Nama :
Safira Cindra Ardina
NIM :
S531908052
Prodi :
S2 Ilmu Gizi
Peminatan :
Human Nutrition
Institusi :
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Tahun
2020 ini menjadi tahun yang berat untuk beberapa negara bahkan hampir seluruh
dunia, termasuk Indonesia. Virus Covid-19 atau dapat disebut juga dengan virus
corona menjadi pandemi yang saat ini sedang dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat.
Setiap hari angka kasus terkonfirmasi virus corona meningkat, baik kasus Orang
Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect Corona, serta
kasus Positif Covid-19 yang sudah menjalani pemeriksaan klinis dan laboratorium.
Oleh karena itu pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat sebagai tindakan
pencegahan untuk menghadapi virus ini seperti mencuci tangan, menerapkan jarak
sosial (social distancing/ physical distancing), berolahraga, tidur yang
cukup, serta yang tidak kalah penting yaitu mengonsumsi makan makanan yang
sehat dan bergizi seimbang.
Seseorang
dengan pola makan yang sehat dan mengonsumsi makan makanan yang bergizi akan
memiliki daya tahan tubuh yang baik. Hal ini dikarenakan peran gizi dan sistem
imun yang sangat erat kaitannya. Penelitian epidemiologis dan klinis
menunjukkan bahwa kekurangan gizi dapat menghambat respon imunitas dan
meningkatkan risiko penyakit infeksi.
Adapun
yang dimaksud makanan bergizi seimbang adalah susunan makanan yang dikonsumsi
oleh individu setiap hari dengan kandungan gizi seimbang dalm jenis dan jumlah yang
sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di Indonesia dianjurkan menggunakan Angka Kecukupan
Gizi (AKG) yaitu suatu nilai yang menunjukkan kebutuhan rata-rata zat gizi
tertentu yang harus dipenuhi setiap hari bagi hampir semua orang dengan
karakteristik tertentu yang meliputi umur, jenis, kelamin, tingkat aktivitas
fisik, dan kondisi fisiologis untuk hidup sehat. AKG digunakan pada tingkat
konsumsi yang meliputi kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat ,
air, vitamin, dan mineral. Pada orang dewasa, kebutuhan akan zat-zat gizi lebih
tergantung pada aktivitas fisik, jenis kelamin, serta status gizinya. Kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang dewasa
yaitu
Kelompok
|
Umur (th)
|
Energi (kkal)
|
Protein
(gram)
|
Lemak
(gram)
|
KH (gram)
|
Vit. A
(RE)
|
Vit. C
(mg)
|
Vit. D
(mcg)
|
Vit. E
(mcg)
|
Fe
(mg)
|
Laki-laki
|
19-29
|
2650
|
65
|
75
|
430
|
650
|
90
|
15
|
15
|
9
|
Perempuan
|
19-29
|
2250
|
60
|
65
|
360
|
600
|
75
|
15
|
15
|
18
|
Berikut
contoh menu makanan bergizi dan seimbang sekaligus beberapa penjelasan terkait
dengan kandungan gizi dan manfaatnya.
1. Set Menu Makan Pagi
Makanan pokok
|
Nasi putih (150 gram)
|
Lauk hewani
|
Tongkol Suir Kemangi
|
Lauk nabati
|
Tahu Cabe Garam
|
Sayuran
|
Sayur Asem
|
Buah-buahan
|
Jeruk manis
|
Minuman
|
Air putih & Jus Jambu Merah
|
NILAI ZAT GIZI
SATU SET MENU MAKAN PAGI
|
|||
Zat Gizi
|
Jumlah
|
Zat Gizi
|
Jumlah
|
Energi
|
750 kkal
|
Vitamin B2
|
0,3 mg
|
Protein
|
35 g
|
Vitamin B6
|
0,6 mg
|
Lemak
|
27,2 g
|
Vitamin C
|
23,4 mg
|
Karbohidrat
|
95,8 g
|
Kalsium
|
200,5 mg
|
Serat
|
11,5 g
|
Magnesium
|
183,8 mg
|
Vitamin A
|
1143 µg
|
Fe
|
7,6 mg
|
Vitamin B1
|
0,6 mg
|
Zinc
|
2,6 mg
|
Sekilas Info Gizi Pada Menu Makan Pagi
Berdasarkan
pedoman piramida gizi seimbang, orang dewasa secara umum per hari dianjurkan
untuk mengonsumsi karbohidrat 3-8 mangkuk, sayuran minimal 3 porsi, buah-buahan
minimal 2 porsi, protein hewani 200-300 g atau setara 2-4 porsi, dan minum air
putih 6-8 gelas per hari (Sarac & Butnariu, 2020). Pada hidangan ini sudah
sesuai dengan anjuran piramida gizi seimbang yaitu nasi 1 ½ porsi, lauk hewani
1 porsi, lauk nabati 1 porsi, sayuran 1 porsi, buah 75 gram atau setara dengan
1 ½ porsi. Nilai gizi pada set makan pagi tersebut juga sudah sesuai kebutuhan gizi
untuk makan pagi sebanyak 30% dari kebutuhan sehari yaitu 750 kkal.
Pada musim
pandemic seperti ini perlu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang baik zat gizi makro
maupun mikro. Asupan zat gizi makro
seperti karbohidrat, lemak dan protein bermanfaat untuk membentuk energi tubuh
dan seluruh proses metabolisme. Sedangkan asupan zat gizi mikro yang terdiri
dari vitamin dan mineral berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Menurut
Maggini (2007) Titik tangkap (site of action) mikronutrien dalam sistem
imun ada tiga yaitu sebagai barrier epitel (vitamin A, C, E dan zinc)
imunitas selular (Fe, asam folat, vitamin A, B6, B12, C, D, E, Selenium) dan
untuk produksi antibody (asam folat, zinc, vitamin A, B6, B12, D, E, Selenium).
Protein
termasuk salah satu antigen yaitu
senyawa atau suatu bahan yang dapat merangsang pembentukan antibodi. Asupan
protein, khususnya asam amino dibutuhkan oleh sistem imun, termasuk leukosit
dalam mempertahankan fungsi normalnya. Protein juga berfungsi dalam pembentukan
antibody sehingga jumlah protein yang diasup akan mempengaruhi jumlah antibodi
yang terbentuk. Kandungan protein pada
menu makan pagi ini sebesar 35 gram didapat dari sumber protein hewani yaitu
ikan tongkol dan protein nabati yaitu tahu masing-masing sebesar 18 gram dan 9,2
gram.
Buah
dan sayur juga sangat penting dikonsumsi dalam keadaan seperti ini. Kandungan
serat pada buah dan sayur dapat mempengaruhi status imun yakni menurunkan
jumlah leukosit. Selain serat, ada juga
vitamin C yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan meningkatkan fungsi
sel darah putih. (Priestly, 2005). Pada hakekatnya sistem imun terbentuk dari
sel-sel darah putih, sumsum tulang dan jaringan limfosit, diantara sel darah
putih (leukosit) yang terlibat dalam imunitas adalah limfosit B (Sel B) dan limfosit
T (Sel T) (Smeltzer, 2002). Peran vitamin C di dalam sistem imun juga
terkait erat dengan peran vitamin C sebagai antioksidan. Kandungan vitamin C pada set menu makan pagi
sebesar 23,4 mg didapat dari bahan makanan jeruk dan jambu merah yang memang
mengandung tinggi vitamin C.
RESEP MENU
a. Tongkol Suir Kemangi
Bahan :
- 75 gram ikan tongkol
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- 2 ruas jahe
- 1 batang serai
- Gula merah secukupnya
- Gula secukupnya
- Garam secukupnya
- 1 buah jeruk nipis
- Kaldu bubuk secukupnya
Bahan halus :
- 3 cabai merah keriting
- 5 buah cabai rawit
- 5 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
Cara membuat :
1. Cuci bersih ikan tongkol kemudian lumuri garam dan perasan jeruk nipis, tunggu sampai 15 menit
2. Cuci ikan kemudian goreng sampai matang lalu suwir
3. Goreng semua bahan bumbu halus hingga layu, kemudian haluskan
4. Tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, serai dan jahe yang sudah di geprek
5. Masukkan gula merah, garam, gula. Koreksi rasa
6. Masukkan ikan tongkol, aduk sampai rata
b. Tahu Cabe Garam
Bahan
:
-
2 buah
sedang tahu putih, potong segitiga
-
5 sdm
tepung maizena
-
3 sdm
tepung bumbu serbaguna
-
3 siung
bawang putih cincang
-
2 buah
cabai merah besar, cincang kasar
-
5 buah
cabai rawit iris
-
½ sdt
garam
-
½ sdt
kaldu bubuk
Cara
Membuat :
1.
Campur
tepung maizena dan tepung serbaguna
2.
Masukkan
tahu ke dalam campuran tepung
3.
Panaskan
minyak. Goreng tahu hingga kering dan kecoklatan
4.
Angkat
tahu kemudian tiriskan
5.
Panaskan
sedikit minyak. Goreng bawang putih cincang dengan api kecil sampai kering dan
kecoklatan. Angkat dan tiriskan
6.
Panaskan
sedikit minyak lagi. Tumis cabai merah, rawit, dan daun bawang hingga harum dan
agak kering
7.
Tambahkan
garam dan kaldu bubuk
8.
Masukkan
tahu goreng dan bawang putih goreng ke dalam tumisan cabai. Aduk rata
9.
Sajikan
di atas piring saji
c. Sayur Asem
Bahan :
-
5 buah
kacang panjang
-
1 buah
labu siam
-
1 buah
jagung
-
3
siung bawang merah iris
-
2
siung bawang putih iris
-
1 buah
tomat iris
-
2 sdm
air asem jawa
-
Garam
secukupnya
-
Gula secukupnya
-
Kaldu
bubuk secukupnya
-
700 ml
air
Cara membuat :
1.
Bersihkan
semua sayur lalu potong-potong sesuai selera. Sisihkan
2.
Rebus
air bersama bawang merah dan bawang putih iris, biarkan hingga mendidih
3.
Masukkan
jagung, labu biarkan setengah matang lalu masukkan kacang panjang, gula, garam
dan kaldu bubuk. Koreksi rasa
4.
Angkat
dan sajikan di atas mangkok
2. Set Menu Makan Siang
Makanan pokok
|
Nasi Putih (150 gram)
|
Lauk hewani
|
Koloke ayam
|
Lauk nabati
|
Sambel goreng tempe cabe hijau
|
Sayuran
|
Cah wortel buncis
|
Buah-buahan
|
Melon
|
Minuman
|
Air putih & Jus Buah Naga
|
NILAI ZAT GIZI
SATU SET MENU MAKAN SIANG
|
|||
Zat Gizi
|
Jumlah
|
Zat Gizi
|
Jumlah
|
Energi
|
1021,8 kkal
|
Vitamin B2
|
0,8 mg
|
Protein
|
134,8 g
|
Vitamin B6
|
0,7 mg
|
Lemak
|
53,2 g
|
Vitamin C
|
12 mg
|
Karbohidrat
|
48,9 g
|
Kalsium
|
172,2 mg
|
Serat
|
5,2 g
|
Magnesium
|
123,3 mg
|
Vitamin A
|
908 µg
|
Fe
|
6,4 mg
|
Vitamin B1
|
0,4 mg
|
Zinc
|
4,9 mg
|
Sekilas Info Gizi Pada Menu Makan Siang
Pada
hidangan makan siang sudah sesuai dengan anjuran piramida gizi seimbang yaitu
nasi 1 ½ porsi, lauk hewani 1 porsi, lauk nabati 1 porsi, sayuran 1 porsi, buah
100 gram atau setara dengan 1 porsi. Nilai gizi pada set makan siang tersebut juga
sudah sesuai kebutuhan gizi untuk makan pagi sebanyak 45% dari kebutuhan sehari
yaitu 1021,8 kkal.
Kandungan
energi dan protein pada menu makan siang lebih tinggi dibandingkan dengan menu
makan pagi dan malam dikarenakan siang hari merupakan waktu untuk beraktivitas
sehingga memerlukan energi dan protein yang lebih banyak. Kandungan protein
pada hidangan ini paling banyak didapat dari bahan makanan daging ayam dan
tempe masing-masing sebesar 29,6 gram dan 15,3 gram.
Zinc
juga berperan penting pada sistem kekebalan tubuh karena berperan untuk sintesa
protein yang merupakan komponen terbesar dalam pembentukan antibodi. Oleh
karena itu zinc terkait dengan sistem imun humoral. Selain itu zinc juga berperan penting untuk sintesa asam nukleat. Asam nukleat
adalah senyawa yang esensial di dalam sel, sehingga keberadaan zinc mempunyai
peranan penting di dalam fungsi imunitas seluler (Wanty, 2017). Daging ayam dan
tempe sebagai bahan makanan yang banyak memiliki kandungan tinggi zinc pada
hidangan menu makan siang yaitu sebesar 2,1 mg dan 1, 3 mg.
Pada hidangan
makan siang ini kandungan gizi yang cukup berperan yaitu Fe. Fe dibagi menjadi
dua bentuk yaitu heme yang dapat ditemukan dari bahan makanan produk hewani dan
non-heme yang terdapat pada produk nabati. Fe berperan penting dalam sistem
imunitas. Seseorang dengan kadar Fe rendah akan memiliki daya tahan tubuh rendah
terhadap infeksi. Respon kekebalan sel oleh sel Limfosit T karena sel darah
putih sebagai penghancur bakteri tidak dapat bekerja efektif apabila kekurangan
zat besi. Oleh karena itu zat besi dapat memiliki efek langsung dari pertumbuhan
bakteri pathogen (Cherayil, 2010). Bahan makanan yang tinggi Fe pada hidangan ini adalah daging ayam dan tempe masing-masing sebesar 2 mg dan 1,9 mg.
Interaksi
antara zat gizi pada menu makan siang ini juga baik salah satunya interaksi antara
vitamin C dengan Fe. Vitamin C membantu tubuh untuk menyerap zat besi non-heme.
Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dengan lebih menyederhanakan bentuk zat
besi dari bentuk ferri menjadi ferro (Guruprasad, 2014).
RESEP MENU
a. Koloke Ayam
Bahan :
- 75 gram dada
ayam fillet, potong kecil-kecil
- 1 butir telur
- 2 sdm tepung
terigu sajiku
- 1 sdt merica
bubuk
- 1 sdt garam
Bahan saus :
- 1 sdm tepung
maizena, cairkan
- 1 buah wortel
sedang, potong korek
- ¼ buah bawang Bombay
- 2 sdm saus
tomat
- 1 sdm saus
pedas
- 1 sdm saus
tiram
- 3 siung bawang
merah
- 2 siung bawang
putih
- 2 cabe merah
besa
- Kaldu jamur/
ayam secukupnya
- Gula secukupnya
- Garam secukupnya
Cara membuat :
1.
Campurkan telur, tepung terigu, merica buuk, dan
garam secukupnya
2.
Masukkan potongan ayam ke dalam adonan, campur
sampai merata
3.
Goreng ayam satu per satu ke dalam minyak goreng
panas
4.
Jika sudah matang kecoklatan, angkat dan tiriskan
5.
Panaskan 2 sdm minyak goreng
6.
Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum
baunya
7.
Masukkan wortel dan bawang Bombay yang sudah
dipotong-potong
8.
Masukkan saus tomat, saus pedas dan saus tiram lalu
diaduk
9.
Tambahkan air kurang lebih 1 gelas belimbing
10.
Tambahkan gula, garam, kaldu jamur/ayam dan cabe
merah besar. Koreksi rasa
11.
Jika wortel sudah lumayan empuk, masukan ayam yang
sudah digoreng tadi
12.
Agar ayam tidak mudah lembek, saus dan ayam dapat
dipisahkan
b. Sambel Goreng Tempe Cabe Hijau
Bahan :
- 75 gram tempe
- 3 sdm kecap
manis
- 2 sdm minyak
untuk menumis
Bumbu halus :
- 5 butir bawang
merah
- 3 siung bawang
putih
- 2 buah cabai
hijau besar
- 1 lembar daun
salam
- 3 cm lengkuas
Cara Membuat :
1.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum
dan matang
2.
Tambahkan kecap manis dan sedikit air sampai
mendidih
3.
Masukkan tempe goreng, aduk dan masak hingga air
habis
4.
Sajikan di atas piring saji
c. Cah Wortel Buncis
Bahan :
- 25 gram buncis
- 50 gram wortel
- 1 butir telur
- Minyak goreng
secukupnya
Bumbu halus :
- 3 siung bawang
putih
- 2 butir bawang
merah
- 3 buah cabai
rawit merah
- 1 batang daun
bawang
- ½ sendoh teh merica
bubuk
- Gula pasir
secukupnya
Cara membuat :
1.
Panaskan minyak goreng, Tumis bumbu halus hingga
layu dan mengeluarkan aroma
2.
Masukkan buncis dan wortel
3.
Tambahkan air secukupnya masak sampai air meresap
4.
Masukkan telur aduk sampai merata
5.
Tambahkan cabai rawit, merica bubuk, garam, gula,
dan daun bawang. Aduk merata dan masak sampai matang
3. Set Menu Makan Malam
Makanan pokok
|
Nasi Putih (150 gram)
|
Lauk hewani
|
Telur Dadar
|
Lauk nabati
|
Tempe Uleg Bumbu Kencur
|
Sayuran
|
Sayur Daun Singkong Kuah Santan
|
Buah-buahan
|
Pisang
|
Minuman
|
Air putih & Jus Melon
|
NILAI ZAT GIZI
SATU SET MENU MAKAN MALAM
|
|||
Zat Gizi
|
Jumlah
|
Zat Gizi
|
Jumlah
|
Energi
|
665,9 kkal
|
Vitamin B2
|
0,5 mg
|
Protein
|
21,5 g
|
Vitamin B6
|
0,7 mg
|
Lemak
|
17,6 g
|
Vitamin C
|
23,4 mg
|
Karbohidrat
|
11,2 g
|
Kalsium
|
102,2 mg
|
Serat
|
55,3 g
|
Magnesium
|
115,4 mg
|
Vitamin A
|
591 µg
|
Fe
|
3,6 mg
|
Vitamin B1
|
0,3 mg
|
Zinc
|
2,4 mg
|
Sekilas Info
Gizi Pada Menu Makan Malam
Pada
hidangan makan malam sudah sesuai dengan anjuran piramida gizi seimbang yaitu
nasi 1 ½ porsi, lauk hewani 1 porsi, lauk nabati 1 porsi, sayuran 1 porsi, buah
150 gram atau setara dengan 3 porsi. Nilai gizi pada set makan siang tersebut juga
sudah sesuai kebutuhan gizi untuk makan pagi sebanyak 25% dari kebutuhan sehari
yaitu 665,9 kkal.
Pada hidangan
menu makan malam kandungan gizi yang cukup berperan adalah vitamin A. Vitamin A mempunyai peranan penting
di dalam pemeliharaan sel epitel. Sel epitel merupakan salah satu jaringan
tubuh yang terlibat di dalam fungsi imunitas non-spesifik. Imunitas
non-spesifik melibatkan pertahanan fisik seperti kulit, selaput lendir, silia
saluran nafas. Vitamin A juga dikenal sebagai vitamin anti-inflamasi karena
perannya yang penting dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin ini
terlibat dalam pengembangan sistem kekebalan tubuh dan memainkan peran
pengaturan dalam respons imun seluler dan proses imun humoral (Huang, 2018).
Berdasarkan hidangan makan malam, kandungan vitamin A tertinggi diperoleh dari
bahan makanan daun singkong dan tempe yaitu sebesar 534,2
µg dan 250 µg
Vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12) sangat
penting untuk keseimbangan yang sehat dari sistem kekebalan tubuh dan saraf. Kekurangan
vitamin B telah dikaitkan dengan beberapa neurologis gangguan termasuk depresi,
kecemasan, demensia dan penyakit Alzheimer. Ada interaksi antara sistem saraf
dengan sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh memainkan peran penting dalam pathogenesis
gangguan kesehatan mental (termasuk penurunan kognitif, kecemasan, perubahan
suasana hati, dan keadaan depresi) ( Mikkelsen, 2017). Pada hidangan menu makan
malam, kandungan B kompleks tertinggi terdapat pada baham makanan pisang dan
tempe yaitu sebesar 0,6 mg dan 0,4 mg. Selain itu kalium pada pisang juga
bermanfaat untuk efek menenangkan sehingga dapat mempengaruhi kualitas tidur.
Interaksi
antara zat gizi pada menu makan malam ini juga baik salah satunya interaksi antara
vitamin magnesium dengan vitamin D. Magnesium dan vitamin D merupakan zat gizi
penting yang diperlukan untuk fungsi fisiologis berbagai organ. Magnesium
membantu dalam aktivasi vitamin D yang
membantu mengatur homeostasis kalsium dan fosfat untuk mempengaruhi pertumbuhan
dan pemeliharaan tulang (Uwitonze, 2018)
RESEP MENU
a. Telur Dadar
Bahan :
- 1 butir telur ayam (60 gram)
- 1 lembar daun kol (5 gram), iris halus
- 2 batang daun bawang iris (5 gram)
Bumbu halus :
- 1 butir bawang merah
- 2 buah cabai merah
- ¼ sdt merica bubuk
Cara
Membuat :
1.
Kocok telur
ayam bersama bumbu yang dihaluskan hingga benar benar tercampur rata.
2.
Masukkan
irisan kol dan daun bawang, aduk rata
3.
Panaskan
minyak secukupnya dalam wajan antilengket
4.
Tuang adonan
ke dalam teflon, masak sampai mulai matang
5.
Lipat dan
gulung dadar hingga padat
6.
Tusuk”
dengan garpu agar bagian dalam matang
7.
Sajikan
di atas piring
b. Tempe Uleg Bumbu Kencur
Bahan :
-
75 gram
tempe, potong dadu
Bumbu Halus :
-
3
siung bawang putih
-
5 buah
cabai merah keriting
- 4 buah cabai rawit merah
- 2 cm kencur
- Garam secukupnya
Cara membuat :
1.
Goreng
tempe dalam minyak panas hingga setengah matang. Angkat. Tiriskan
2.
Haluskan
bumbu, lalu tambahkan tempe goreng. Tumbuk tempe selagi hangat hingga hancur
3.
Aduk hingga
tempe tercampur rata dengan bumbu.
4.
Sajikan
di atas piring saji
c. Sayur Daun Singkong Kuah Santan
Bahan:
- 1 ikat daun
singkong ( 30 gram)
- 25 ml santan
- 1 sdm minyak
- 1 batang serai
- 2 lembar daun
salam
- 2 cm lengkuas
- 2 sdt garam
- 2sdt kaldu jamur
- 1 sdt gula pasir
-
1 sdt merica bubuk
Bumbu halus :
-
4 siung bawang merah
- 3 siung bawang
putih
- 5 buah cabai rawit
- 1 sdt ketumbar
- 1 sdt ebi
- 5 buah kemiri
-
3 cm kunyit
Cara membuat :
1.
Cuci bersih dan haluskan semua bumbu halus
2.
Cuci bersih daun singkong tersebut kemudian rebus
dalam air mendidih yang telah ditaburi sejumput garam hingga layu
3.
Tiriskan dari air rebusan kemudian potong-potong
daun sesuai selera
4.
Tumis bumbu halus
5.
Masukkan lengkuas, serai dan daun salam. Tumis hingga
daun salam terlihat layu
6.
Tambahkan air 200 ml
7.
Tambahkan garam, kaldu jamur, gula dan merica
8.
Tunggu hingga mendidih lalu tambahkan santan sedikit
demi sedikit sambal diaduk
9.
Tunggu hingga kuah santan mendidih. Koreksi rasa
10.
Sajikan di atas mangkok saji
Referensi :
Cherayil, Bobby J.(2010). Iron and immunity : immunological
consequences of iron deficiency and overload. Arch Immunol Ther Exp (Warsz). 2010 Dec; 58(6): 407–415.
Guruprasad, Preeti P Nair, Manika Singh, et al. (2014). Serum vitamin c and iron levels in oral
submucous fibrosis.Indian J Dent. 2014 Apr-Jun; 5(2): 81–85
Huang, Zhiyi., et al. (2018). Role of Vitamin A in the Immune
System. J Clin Med. 2018 Sep; 7(9): 258.
Maggini S, Eva S & Wintergerst, et al. (2007). Selected
vitamins and trace elements support immune function by strengthening epithelial
barriers and cellular and humoral immune responses. British Journal of
Nutrition; 98, Suppl. 1, S29–S35..
Mikkelsen, Kathleen., et al. (2017). The effect of vitamin B
on the immune/ cytokine network and the involvement in depression. Maturitas 96
(2017) 58-71.
Priestley, J. (2005). Immune system Disorder Nutritional
Therapy, Omni Medical Center, Avenue, http//www,Healthoes.com
Sarac, I., & Butnariu, M. (2020). Food Pyramid-The
Principles of a Balanced Diet. 3. 17-21. https://doi.org/10.14302/issn.2379.
Smelzer, S.C.Bare.B.D.(2002)
Brunner dan Suddarth’s Texbook of medical surgical nursing.Jakarta : ECG.
Uwitonze, Anne Marie., Razzaque, Mohammed S. (2018).
Role of Magnesium in Vitamin D Activation and Function. The Journal of the American Osteopathic Association, March 2018,
Vol. 118, 181-189.
Wanty, Nurmasari, Widyastuti., Probosari.,
Enny,. (2017).Asupan Zat Gizi Makro, Status Gizi, dan Status Imun Pada Vegetarian
dan Non Vegetarian. Journal of Nutrition College Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017, Halaman 234-240













Tidak ada komentar:
Posting Komentar