Nama : Muhammad Izzul Widad Fahmi
NIM : S531908038
Pascasarjana S2 Ilmu Gizi Universitas Sebelas Maret Kelas
Human Nutrition A
MENU GIZI SEIMBANG SEHARI UNTUK
MENJAGA DAN MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH
Pada masa pandemi
covid-19 seperti saat ini, menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh sangat
penting agar kita tidak tertular penyakit. Konsumsi makanan dengan gizi yang
seimbang merupakan salah satu cara meningkatkan dan mempertahankan imunitas
tubuh (Kresnawan, Hudayani & Mauludiyah, 2020). Oleh karena itu, Asupan
makanan harus terpenuhi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kebutuhan gizi orang
dewasa yang dianjurkan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 kebutuhan
gizi orang dewasa di Indonesia adalah 2250-2650 kkal perhari, sedangkan untuk
protein sebesar 60-65gram, lemak 65-75 gram, dan karbohidrat 360-430 gram.
Selain itu, untuk zat gizi mikro seperti vitamin C yaitu sebesar 75-90 mg, vitamin
A 600-650 RE dan zat besi 11-18 mg. Makanan yang kita konsumsi juga harus
sesuai dengan pedoman umum gizi seimbang. Karena mengkonsumsi makanan
berlebihan seperti makanan yang tinggi garam, gula dan lemak diketahui juga
dapat mempengaruhi imunitas tubuh.
Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi Orang Dewasa
Kebutuhan
energi = 2300 kkal
Karbohidrat = 55/100 x 2300 = 1.265 kkal
= 1265/4 =
316,25 gram
Protein = 15/100 x 2300 = 345 kkal
= 345/4 =
86,25 gram
Lemak = 30/100 x 2300 = 690 kkal
= 690/9 = 76,6 gram
Serat = 30 gram
Menu dan Pembagian Kebutuhan Zat Gizi dalam Sehari
Makan Pagi (30%
kebutuhan sehari)
Energi = 690 kkal
Karbohidrat = 94,875 gram
Protein = 25,87 gram
Lemak = 22,98 gram
Serat = 9 gram
Menu Pagi
Telur rebus
Susu
Buah Jeruk
![]() |
| Gambar 1. Set menu makan pagi |
Resep Menu Makan Pagi
1. Makan Pagi
a. Nasi Goreng (untuk 1 porsi)
1) Bahan:
-
Minyak goreng
-
Daun bawang 1 batang. Iris
halus
-
Cabai merah 3 buah
-
20 gram Tomat
-
40 gram daging ayam potong
dadu
-
Kecap manis 2 sdm
-
Bawang merah 5 siung
-
Garam 1 sdt
-
Merica ½ sdt
-
200 gram Nasi
-
Bawang putih 3 siung
-
25 gram Sawi potong-potong
-
10 gram Wortel potong
panjang
2) Cara memasak:
- Masukkan bawang putih,
merah, tomat dan cabai merah ke dalam cobek kemudian haluskan.
- Tumis bumbu yang sudah
dihaluskan dengan minyak secukupnya hingga harum.
-
Masukkan daging ayam dan
daun bawang ke dalam bumbu.
-
Tumis lagi hingga rata. Lalu
masukkan wortel
-
Tambahkan kecap, garam, dan
merica.
- Aduk hingga rata. Kemudian masukkan nasi
dan sawi lalu aduk hingga rata dan bumbu meresap
- Sajikan
b. Telur Rebus
1)
Bahan : Telur ayam
2)
Cara
memasak
- Panaskan air
dalam panci hingga mendidih
- Masukkan telur
ayam kedalam panci
- Rebus telur ayam
selama 15 menit
- Angkat dan
tiriskan
- Kupas kulit telur ayam kemudian sajikan
c.
Susu
sapi
d.
Buah
jeruk
Pembahasan Set Menu Makan Pagi
Set menu ini sudah sesuai dengan gizi
seimbang dan juga sudah sesuai dengan anjuran angka kecukupan gizi pada orang
dewasa dalam sehari, dimana untuk sarapan pagi alokasi energinya yaitu sebesar
30% dari kebutuhan sehari. Kandungan zat pada set menu pagi mengandung beberapa jenis zat gizi yang penting
bagi sistem imun. Menu nasi goreng ayam sayur tinggi akan karbohidrat, lemak, vitamin
A, vitamin C dan zat besi; telur kaya akan protein, lemak, vitamin A, zat besi,
dan fosfor. Susu sapi tinggi akan kandungan protein, vitamin A, dan zat besi; serta
buah jeruk kaya akan serat, vitamin A, vitamin C. Selain itu, tomat dan sawi
mengadung serat yang tinggi.
Kandungan protein pada daging ayam, telur dan
susu memiliki peran dalam pembentukan enzim, hormon, dan zat antibodi seperti
leukosit, limfosit, imunoglobulin dan lain-lain, dimana antibodi sendiri
merupakan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal serangan dari mikroorganisme
penyebab penyakit. Rendahnya konsumsi protein akan berpengaruh terhadap status
kekebalan tubuh karena status kekebalan tubuh berhubungan dengan jumlah
kerusakan dan fungsi imun seluler, serta menurunkan respons antibodi (Angraini,2014).
Selain itu, pada telur terdapat peptida yang mempunyai
berbagai sifat bioaktif (seperti Aktivitas antihipertensi, antimikroba, antioksidan,
dan antikanker) yang dihasilkan oleh hidrolisis enzimatik dari protein telur
(Chang et al., 2018). Kuning telur juga mengandung kolin, vitamin B12, dan vitamin
D, yang semuanya berperan dalam fungsi kerja otak dalam kesehatan sistem saraf,
kesehatan mental, dan aktivitas kognitif (Rao et al., 2017). Kuning telur
juga kaya akan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) dan penelitian McCann dan Ames
(2005), telah memberikan bukti kuat bahwa PUFA rantai panjang memiliki aktivitas
antidepresan.
Buah jeruk, tomat dan susu pada set menu pagi
juga mengandung vitamin A, vitamin C, serta mineral yang penting seperti zink
dan zat besi. Vitamin C dan zat besi merupakan zat gizi mikro yang berperan
dalam pembentukan sel darah merah. Menurut penitian
Aisyah, et al (2014), Adanya vitamin C pada makanan akan mempermudah reduksi
zat besi menjadi ferro sehingga akan mudah diserap oleh tubuh. Penyerapan zat
besi non heme dapat meningkatkan empat kali lebih besar jika dikonsumsi bersamaan
dengan vitamin C.
Kandungan lemak pada minyak goreng, susu dan
telur juga berperan untuk proses absorbsi atau penyerapan vitamin A, D, E dan K
(Karacabey & Ozdemir, 2012). Vitamin merupakan zat gizi yang efektif untuk
sistem kekebelan tubuh. Vitamin dibedakan menjadi vitamin larut air (B, C) dan
vitamin larut lemak (A, D, E, K).
Makan Siang (40%
kebutuhan sehari)
Energi = 920 kkal
Karbohidrat = 126,5 gram
Protein = 34,5 gram
Lemak = 30,64 gram
Serat = 12 gram
Menu Makan Siang
·
Nasi Pecel
·
Lalapan
·
Ikan goreng
·
Tahu goreng
·
Tempe goreng
·
Es jeruk
·
Pisang panggang madu
![]() |
| Gambar 2. Set menu makan siang |
Nilai Gizi
Resep Menu Makan Siang
a.
Nasi
1)
Bahan :
-
Beras
-
Air
2)
Cara
memasak :
- Cuci beras
- Tambahkan air
dengan perbandingan 1:2 dibanding beras
- Masak beras
dalam rice cooker hingga matang
- Sajikan
b.
Sayur
Lalapan
1)
Bahan
:
- Terong
- Sawi
- Taoge
- Kacang panjang
2)
Cara
memasak :
- Potong terong
menjadi 2 bagian
- Potong
kecil-kecil sawi dan kacang panjang
- Cuci seluruh
bahan dengan air mengalir
- Rebus terpisah
setiap bahan dengan air mendidih
- Angkat dan
tiriskan
c.
Bumbu
Pecel
1)
Bahan :
- 10 gram Kacang
tanah
- Minyak goreng
- 5 gram gula aren
sisir
- 1 lembar Daun
jeruk iris-iris
- Bawang putih
- Garam
- Kencur
- Air panas
2)
Cara
memasak :
- Bersihkan dan
goreng kacang kemudian tiriskan
- Setelah kacang
dingin haluskan sampai halus
- Goreng bawang
putih dan kencur, kemudian haluskan bersama garam, gula merah dan daun jeruk,
haluskan sampai merata
- Masukan kacang
yang sudah dihaluskan lalu diaduk sampai tercampur
- Tambahkan air
panas
d.
Tempe
Goreng
1)
Bahan
:
- 50 gram tempe
- Minyak goreng
- ½ sdt bubuk
bawang putih
- ½ sdt bubuk
ketumbar
- Garam secukupnya
- Air
2)
Cara
memasak :
- Campurkan bubuk
bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom
- Masukkan tempe
kedalam bumbu tadi lalu ratakan
- Diamkan selama 1
jam
- Goreng tempe
dalam minyak panas
- Sajikan
e.
Tahu
Goreng
1)
Bahan
:
- 50 gram tahu
- Minyak goreng
- ½ sdt bubuk
bawang putih
- ½ sdt bubuk
ketumbar
- Garam secukupnya
- Air
2)
Cara
memasak :
- Campurkan bubuk
bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom
- Masukkan tahu
kedalam campuran bumbu tadi lalu ratakan
- Diamkan selama 1
jam
- Goreng tahu
dalam minyak panas
- Sajikan
f.
Ikan
Goreng
1)
Bahan
:
- 50 gram ikan
- Minyak goreng
- ½ sdt bubuk
bawang putih
- ½ sdt bubuk
ketumbar
- Garam secukupnya
- Air
2)
Cara
memasak :
- Bersihkan ikan
dengan air mengalir dan buang jeroannya
- Campurkan bubuk
bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom
- Masukkan ikan
kedalam campuran bumbu tadi lalu ratakan
- Diamkan selama 1
jam
- Goreng ikan
dalam minyak panas
- Sajikan
g.
Es
Jeruk
1)
Bahan
:
- 40 gram jeruk
manis
- 5 gram gula
pasir
- 200 ml air
- Es batu
2)
Cara
memasak :
- Peras jeruk
manis dan ambil sarinya
- Campurkan air
perasan jeruk dengan gula dan air di dalam gelas
- Masukkan es batu
- Sajikan
h.
Pisang
Panggang Madu
1)
Bahan
:
- 30 gram pisang
ambon
- 5 gram madu
2)
Cara
memasak :
- Kupas kulit
pisang dan potong setengah menjadi 2 bagian
- Panggang pisang
dalam microwave selama 10 menit
- Tambahkan topping madu
Pembahasan Set Menu Makan Siang
Set menu siang sudah sesuai dengan pedoman gizi
seimbang dan juga sudah sesuai dengan anjuran angka kecukupan gizi pada orang
dewasa dalam sehari, dimana untuk makan siang alokasi energinya yaitu sebesar 40%
dari kebutuhan sehari. Kandungan zat gizi pada set menu siang mengandung beberapa jenis zat gizi yang penting
bagi sistem imun. Menu nasi tinggi akan karbohidrat. Menu lalapan kaya akan
serat, lemak, vitamin A, vitamin C dan
zat besi. Lauk ikan, tempe dan tahu goreng kaya akan protein, lemak dan vitamin
A. Es jeruk tinggi akan kandungan vitamin A, vitamin C dan zat besi serta pisang
madu panggang kaya akan karbohidrat,
vitamin A dan vitamin C.
Pada tempe terdapat
antioksidan berupa isoflavon dalam bentuk aglikon dan glukosida. Senyawa
aglikon di antaranya adalah genistein, daidzein, dan glisitein (Nakajima, dkk.,
2005). Isoflavon kedelai dapat menurunkan risiko penyakit jantung
dengan membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Isoflavon pada protein
kedelai telah terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol (Koswara, 2006). Selain
itu, tempe juga mengandung
mineral seperti zat besi, tembaga, dan zink. Kapang tempe dapat menghasilkan
enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral)
menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral
tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk
dimanfaatkan tubuh. (Badan Standarisasi Nasioanal, 2012)
Pada
lemak Ikan terdapat kandungan lemak esensial seperti EPA, omega-3, omega-6
PUFA, DHA, dan the small indigenous fishes (SIFs) yang berperan
penting dalam tubuh (Mohanty et
al., 2016). Selain itu, ikan mengandung banyak zat gizi penting seperti
fosfor, iodin, protein, selenium, dan vitamin (vitamin B2, vitamin B6, vitamin
B12 dan vitamin D). Omega-3 dan omega-6 banyak terkandung pada ikan yang
baik bagi pencegahan penyakit dan kecerdasan otak. (Nalendrya et al, 2016).
Pada set menu ini, terdapat
buah pisang dan jeruk yang mana berwarna kuning. Buah yang berwarna kuning atau
oranye mengandung vitamin A, karoten serta mengandung vitamin B kompleks yang
dapat berfungsi untuk kesehatan hati (Kemenkes RI, 2020). Buah pisang dan jeruk
mangandung antioksidan yang dapat memperlambat proses oksidasi molekul
pengoksidasi. Radikal bebas diproduksi sebagai hasil reaksi oksidasi yang dapat
menyebabkan kerusakan pada sel. Radikal bebas juga berpotensi mengoksidasi
lipid yang ada di membran sel, menghancurkan DNA dan mengganggu sitoskeleto.
Menu lalapan pada set menu siang terdiri dari
sawi, terong, tauge dan kacang panjang yang mengandung serat pangan tinggi. Serat
pangan memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan, meliputi melancarkan
pencernaan dan mencegah kanker kolon, menurunkan kadar glukosa darah, berfungsi
sebagai prebiotik, mengontrol kegemukan dan obesitas serta mengurangi kadar
kolesterol dalam darah (Kusharto, 2006). Serat pangan dapat mereduksi difusi
glukosa darah, mengurangi pemecahan glukosa yang dilakukan oleh alfa-amilase,
perpanjangan waktu absorbsi karbohidrat sehingga mengurangi peningkatan kadar
glukosa postprandial dan peningkatan sensitivitas insulin dengan peningkatan
ekspresi Glucose Transporter Type 4
(GLUT-4) yang diduga terutama dilakukan oleh jenis serat pangan yang insoluble. (Papathanasopoulos dan
Camilleri, 2010) Serat pangan terbukti dapat menurunkan level HbA1C pada
penderita DM tipe 2 yang diberi intervensi serat >50 gr/hari (Harum, 2013). Jenis
serat lain yang berpotensi untuk mengurangi kadar kolesterol adalah inulin.
Inulin memiliki beberapa mekanisme untuk menurunkan kadar kolesterol. Mekanisme
pertama adalah dengan menghambat emulsifikasi lemak dan kolesterol oleh garam
empedu (Azhar,2009, Susilowati, 2013). Mekanisme kedua melalui pembentukan asam
lemak rantai pendek. Asam-asam lemak rantai pendek (SCFA) memiliki kemampuan
dalam menghambat sintesis kolesterol dan menurunkan sekresi trigliserol, sehingga
pembentukan asam-asam lemak rantai pendek tersebut berpotensi dapat menurunkan
kapasitas kolesterol. (Farah, 2014, Susilowati, 2013)
Makan Malam
Kebutuhan Zat Gizi (30% kebutuhan sehari)
Energi = 690 kkal
Karbohidrat = 94,875 gram
Protein = 25,87 gram
Lemak = 22,98 gram
Serat = 9 gram
Menu Makan
Malam
Nasi
Oseng-oseng
Ikan
goreng
Tahu
goreng
Air
putih
Buah
semangka
![]() |
| Gambar 3. Set menu makan malam |
Nilai Gizi
Resep Menu Makan Malam
a.
Nasi
1)
Bahan
- Beras
- Air
2)
Cara
memasak
- Cuci beras
- Tambahkan air
dengan perbandingan 1:2 dibanding beras
- Masak beras
dalam rice cooker hingga matang
- Sajikan
b.
Oseng-oseng
1)
Bahan
- 25 gram Wortel
- 12,5 gram Sawi
- 15,5 gram
Kembang kol
- 45 gram Tempe
- Minyak goreng
- Garam secukupnya
- Merica
secukupnya
- 3 siung Bawang
putih
2)
Cara
memasak
- Kupas wortel dan
cuci menggunakan air mengalir
- Cuci sawi dan
kembang kol menggunakan air mengalir
- Cuci dan potong
kecil bawang putih
- Tumis bawang
putih dengan minyak panas
- Masukkan wortel,
kembang kol dan sawi secara bertahap
- Tambahkan garam
dan merica
- sajikan
c.
Ayam
Goreng
1)
Bahan
:
- 40 gram daging
ayam
- Minyak goreng
- ½ sdt bubuk
bawang putih
- ½ sdt bubuk
ketumbar
- Garam secukupnya
- Air
2)
Cara
memasak :
- Bersihkan daging
ayam dengan air mengalir
- Campurkan bubuk
bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom
- Rebus daging
ayam dan bumbu sampai airnya habis
- Goreng daging
ayam pada minyak panas
- Sajikan
d.
Tahu
Goreng
1)
Bahan
:
- 50 gram tahu
- Minyak goreng
- ½ sdt bubuk
bawang putih
- ½ sdt bubuk
ketumbar
- Garam secukupnya
- Air
2)
Cara
memasak :
- Campurkan bubuk
bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom
- Masukkan tahu
kedalam campuran bumbu tadi lalu ratakan
- Diamkan selama 1
jam
- Goreng tahu
dalam minyak panas
- Sajikan
e.
Buah
Semangka
f.
Air
Putih
Pembahasan Menu Makan Malam
Kandungan zat gizi pada set menu malam meliputi
beberapa jenis zat gizi yang penting bagi sistem imun. Menu nasi tinggi akan karbohidrat.
Menu oseng-oseng kaya akan serat, lemak,
vitamin A, vitamin C dan zat besi serta protein. Lauk ayam dan tahu goreng kaya
akan protein, lemak dan vitamin A. Buah jeruk tinggi akan kandungan vitamin A, vitamin
C dan zat besi.
Rendahnya konsumsi protein akan berpengaruh terhadap status kekebalan tubuh karena status kekebalan tubuh berhubungan dengan jumlah kerusakan dan fungsi imun seluler, serta menurunnya respons antibodi (Angraini,2014). Daging ayam dan tahu mengadung protein yang tinggi. Terdapat dua protein pengikat besi yaitu transferin dan laktoferin yang fungsinya untuk mencegah terjadinya infeksi dengan cara memisahkan besi dari mikroorganisme, karena besi diperlukan oleh mikroorganisme untuk berkembang biak. Kekurangan besi akan berdampak pada reaksi imunitas berupa aktivitas neutrofil yang menurun, dan sebagai konsekuensinya kemampuan untuk membunuh bakteri intraseluler secara nyata menjadi terganggu. Sel NK sensitif terhadap ketidakseimbangan besi dan memerlukan jumlah besi yang cukup untuk berdiferensiasi dan berproliferasi (Siswanto dkk, 2013). Tahu merupakan makanan yang terbuat dari kedelai yang mana protein kedelai dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan kadar kolesterol darah (Koswara, 2006).
Buah jeruk, kembang kol, dan wortel kaya akan vitamin A dan C yang dapat
meningkatkan penyerapan fe atau besi. Selain itu, vitamin A memiliki peran
dalam menjaga atau memelihara sistem imun tubuh. Peran vitamin A banyak pada
pemeliharaan sel epitel, dimana sel epitel merupakan salah satu jaringan tubuh
yang terlibat di dalam fungsi imunitas non-spesifik (Siswanto, et al., 2013). Selain
itu, vitamin C, vitamin D dan zink ternyata menimbulkan efek sinergis jika
dikonsumsi bersama (Maggini,dkk., 2017)
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini,
Dian Isti , Putu Ristyaning Ayu. The Relationship Between
Nutritional Status And Immunonutrition Intake With Immunity Status.2014. JUKE
.Vol 4. No. 8.
Azhar M. Inulin sebagai
prebiotik. SAINSTEK. 2009;XII(No 1):1–8.
Badan
Standarisasi Nasional., 2012. Tempe: Persembahan Indonesia untuk Dunia. Jakarta:
Author.
Chang,
C., Lahti, T., Tanaka, T., & Nickerson, M. T. 2018. Egg proteins: fractionation,
bioactive peptides and allergenicity. Journal of the Science of Food and
Agriculture.
Farah
IE. Apliksi Serat Inulin Hasil Hidrolisis Enzim Inulinase Kapang Acremonium sp.
CBS 3 dan Aspergillus clavatus CBS 5 dalam Formulasi Minuman Sari Brokoli Untuk
Antikolesterol . [Skripsi]. Jakarta (Indonesia): Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah; 2014.
Harum
A, Larasati T, Zuraida R. Hubungan Diet Serat Tinggi dengan Kadar HBA1C Pasien
DM Tipe 2 di RSUD DR.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Med J lampung Univ.
2013;2(4):79–87.
Karacabey, K., &
Ozdemir, N. 2012. The Effect of Nutritional Elements On The Immune System. Obesity
& Weight Loss Therapy, 2(9).
Kementerian
Kesehatan RI. 2020. Panduan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi COVID-19. Jakarta.
Koswara,
S. 2006. Isoflavon, Senyawa Multi-Manfaat Dalam Kedelai. Institut Pertanian
Bogor.
Kusharto
CM. Serat makanan dan peranannya bagi kesehatan. J Gizi dan Pangan. 2006;2:45–54.
Maggini,
S., Maldonado, P., Cardim, P., Newball, C. F., & Sota Latino, E. R. (2017).
Vitamins C, D and Zinc: Synergistic Roles in Immune Function and Infections. Vitamins
& Minerals, 06(03).
McCann,
J. C., & Ames, B. N. 2005. Is docosahexaenoic acid, an n-3
long-chainpolyunsaturated fatty acid, required for development of normalbrain
function? An overview of evidence from cognitive and behav-ioral tests in
humans and animals. Am J Clin Nutr, 82:281–295.
Mohanty
BP, Sankar TV, Ganguly S, Mahanty A, Anandan R, Chakrabarty K, et al. (2016)
Micronutrient composition of 35 food fishes from India and their significance
in human nutrition. Biol Trace Elemt Res doi:10.1007/s12011-016-0714-3.
Nakajima,
N., N. Nozaki, K. Ishihara, A. Ishikawa, H. Tsuji. 2005. Analysis of Isoflavone
Content in Tempeh, a Fermented Soybean, and Preparation of a New
Isoflavone-Enriched Tempeh. Journal of Bioscience and Engineering. Vol. 100:
685689.
Nalendrya,
I., Ibnu M., Firlia, A. 2016. Sosis Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta
L.) Sebagai Pangan
Sumber Omega 3. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. V (3).
Papathanasopoulos A, Camilleri M. Dietary
fiber supplements: effects in obesity and metabolic syndrome
and relationship to gastrointestinal functions. Gastroenterology [Internet].
2010;138(1):62–5.
Rao,
J. S., Ertley, R. N., Lee, H.-J., DeMar, J. C., Arnold, J. T., Rapoport, S. I.,
& Bazinet, R. P. 2017. n-3
polyunsaturated fatty acid deprivation in rats decreases frontal cortex BDNF
via a p38 MAPK-dependent mechanism. Molecular Psychiatry.
Siswanto.,
Budisetyawanti., Ernawati, Fitrah. 2013. Peran Beberapa Zat Gizi Mikro
Dalam Imunitas. Jurnal Gizi Indonesia
Susilowati
A. Alternatif Enzim Inulinase dari Kapang Endofit Hasil Isolasi Kulit Umbi
Dahlia Merah (Dahlia pp) Lokal dan Aplikasinya sebagai Sumber Enzim Inulinase
untuk Perolehan Serat Inulin. Pus Penelit Kim LIPI Serpong.
2013:1843;34–42.
·






Tidak ada komentar:
Posting Komentar