Sabtu, 16 Mei 2020

Menu Gizi Seimbang Sehari Untuk Menjaga dan Meningkatkan Imunitas Tubuh

    

Nama              : Muhammad Izzul Widad Fahmi

NIM                : S531908038

Pascasarjana S2 Ilmu Gizi Universitas Sebelas Maret Kelas Human Nutrition A

 

MENU GIZI SEIMBANG SEHARI UNTUK MENJAGA DAN MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH

 

Pada masa pandemi covid-19 seperti saat ini, menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh sangat penting agar kita tidak tertular penyakit. Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang merupakan salah satu cara meningkatkan dan mempertahankan imunitas tubuh (Kresnawan, Hudayani & Mauludiyah, 2020). Oleh karena itu, Asupan makanan harus terpenuhi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kebutuhan gizi orang dewasa yang dianjurkan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 kebutuhan gizi orang dewasa di Indonesia adalah 2250-2650 kkal perhari, sedangkan untuk protein sebesar 60-65gram, lemak 65-75 gram, dan karbohidrat 360-430 gram. Selain itu, untuk zat gizi mikro seperti vitamin C yaitu sebesar 75-90 mg, vitamin A 600-650 RE dan zat besi 11-18 mg. Makanan yang kita konsumsi juga harus sesuai dengan pedoman umum gizi seimbang. Karena mengkonsumsi makanan berlebihan seperti makanan yang tinggi garam, gula dan lemak diketahui juga dapat mempengaruhi imunitas tubuh.

 

Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi Orang Dewasa

Kebutuhan energi        = 2300 kkal

Karbohidrat                 = 55/100 x 2300          = 1.265 kkal

                                    =  1265/4                     = 316,25 gram

Protein                        = 15/100 x 2300          = 345 kkal

                                    =  345/4                       = 86,25 gram

Lemak                         = 30/100 x 2300          = 690 kkal

                                    = 690/9                        = 76,6 gram

Serat                            = 30 gram


Menu dan Pembagian Kebutuhan Zat Gizi dalam Sehari

Makan Pagi   (30% kebutuhan sehari)

Energi                         = 690 kkal

Karbohidrat                 = 94,875 gram

Protein                        = 25,87 gram

Lemak                         = 22,98 gram

Serat                            = 9 gram


Menu Pagi

Nasi goreng ayam sayur
Telur rebus
Susu
Buah Jeruk


Gambar 1. Set menu makan pagi


Nilai Gizi


Resep Menu Makan Pagi

1.      Makan Pagi

a.      Nasi Goreng (untuk 1 porsi)

1)     Bahan:

-       Minyak goreng

-       Daun bawang 1 batang. Iris halus

-       Cabai merah 3 buah

-       20 gram Tomat

-       40 gram daging ayam potong dadu

-       Kecap manis 2 sdm

-       Bawang merah 5 siung

-       Garam 1 sdt

-       Merica ½ sdt

-       200 gram Nasi

-       Bawang putih 3 siung

-       25 gram Sawi potong-potong

-       10 gram Wortel potong panjang

 

2)     Cara memasak:

-   Masukkan bawang putih, merah, tomat dan cabai merah ke dalam cobek kemudian haluskan.

-  Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya hingga harum.

-       Masukkan daging ayam dan daun bawang ke dalam bumbu.

-       Tumis lagi hingga rata. Lalu masukkan wortel

-       Tambahkan kecap, garam, dan merica.

-    Aduk hingga rata. Kemudian masukkan nasi dan sawi lalu aduk hingga rata dan bumbu meresap

-       Sajikan

b.      Telur Rebus

1)     Bahan  : Telur ayam

2)     Cara memasak

-       Panaskan air dalam panci hingga mendidih

-       Masukkan telur ayam kedalam panci

-       Rebus telur ayam selama 15 menit

-       Angkat dan tiriskan

-       Kupas kulit telur ayam kemudian sajikan 

c.      Susu sapi

d.      Buah jeruk


Pembahasan Set Menu Makan Pagi

Set menu ini sudah sesuai dengan gizi seimbang dan juga sudah sesuai dengan anjuran angka kecukupan gizi pada orang dewasa dalam sehari, dimana untuk sarapan pagi alokasi energinya yaitu sebesar 30% dari kebutuhan sehari. Kandungan zat pada set menu pagi mengandung beberapa jenis zat gizi yang penting bagi sistem imun. Menu nasi goreng ayam sayur tinggi akan karbohidrat, lemak, vitamin A, vitamin C dan zat besi; telur kaya akan protein, lemak, vitamin A, zat besi, dan fosfor. Susu sapi tinggi akan kandungan protein, vitamin A, dan zat besi; serta buah jeruk kaya akan serat, vitamin A, vitamin C. Selain itu, tomat dan sawi mengadung serat yang tinggi.

Kandungan protein pada daging ayam, telur dan susu memiliki peran dalam pembentukan enzim, hormon, dan zat antibodi seperti leukosit, limfosit, imunoglobulin dan lain-lain, dimana antibodi sendiri merupakan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal serangan dari mikroorganisme penyebab penyakit. Rendahnya konsumsi protein akan berpengaruh terhadap status kekebalan tubuh karena status kekebalan tubuh berhubungan dengan jumlah kerusakan dan fungsi imun seluler, serta menurunkan respons antibodi (Angraini,2014). Selain itu, pada telur terdapat peptida yang mempunyai berbagai sifat bioaktif (seperti Aktivitas antihipertensi, antimikroba, antioksidan, dan antikanker) yang dihasilkan oleh hidrolisis enzimatik dari protein telur (Chang et al., 2018). Kuning telur juga mengandung kolin, vitamin B12, dan vitamin D, yang semuanya berperan dalam fungsi kerja otak dalam kesehatan sistem saraf, kesehatan mental, dan aktivitas kognitif (Rao et al., 2017). Kuning telur juga kaya akan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) dan penelitian McCann dan Ames (2005), telah memberikan bukti kuat bahwa PUFA rantai panjang memiliki aktivitas antidepresan.

Buah jeruk, tomat dan susu pada set menu pagi juga mengandung vitamin A, vitamin C, serta mineral yang penting seperti zink dan zat besi. Vitamin C dan zat besi merupakan zat gizi mikro yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Menurut penitian Aisyah, et al (2014), Adanya vitamin C pada makanan akan mempermudah reduksi zat besi menjadi ferro sehingga akan mudah diserap oleh tubuh. Penyerapan zat besi non heme dapat meningkatkan empat kali lebih besar jika dikonsumsi bersamaan dengan vitamin C.

Kandungan lemak pada minyak goreng, susu dan telur juga berperan untuk proses absorbsi atau penyerapan vitamin A, D, E dan K (Karacabey & Ozdemir, 2012). Vitamin merupakan zat gizi yang efektif untuk sistem kekebelan tubuh. Vitamin dibedakan menjadi vitamin larut air (B, C) dan vitamin larut lemak (A, D, E, K). 


Makan Siang (40% kebutuhan sehari)

Energi                         = 920 kkal

Karbohidrat                 = 126,5 gram

Protein                        = 34,5 gram

Lemak                         = 30,64 gram

Serat                            = 12 gram


Menu Makan Siang

·        Nasi Pecel

·        Lalapan

·        Ikan goreng

·        Tahu goreng

·        Tempe goreng

·        Es jeruk

·        Pisang panggang madu

Gambar 2. Set menu makan siang

        Nilai Gizi 

Resep Menu Makan Siang

a.      Nasi

1)    Bahan :

-       Beras

-       Air

2)    Cara memasak :

-       Cuci beras

-       Tambahkan air dengan perbandingan 1:2 dibanding beras

-       Masak beras dalam rice cooker hingga matang

-       Sajikan

b.      Sayur Lalapan

1)    Bahan :

-       Terong

-       Sawi

-       Taoge

-       Kacang panjang

2)   Cara memasak :

-       Potong terong menjadi 2 bagian

-       Potong kecil-kecil sawi dan kacang panjang

-       Cuci seluruh bahan dengan air mengalir

-       Rebus terpisah setiap bahan dengan air mendidih

-       Angkat dan tiriskan

c.      Bumbu Pecel

1)      Bahan :

-       10 gram Kacang tanah

-       Minyak goreng

-       5 gram gula aren sisir

-       1 lembar Daun jeruk iris-iris

-       Bawang putih

-       Garam

-       Kencur

-       Air panas

2)     Cara memasak :

-       Bersihkan dan goreng kacang kemudian tiriskan 

-       Setelah kacang dingin haluskan sampai halus

-       Goreng bawang putih dan kencur, kemudian haluskan bersama garam, gula merah dan daun jeruk, haluskan sampai merata

-       Masukan kacang yang sudah dihaluskan lalu diaduk sampai tercampur

-       Tambahkan air panas

d.      Tempe Goreng

            1)    Bahan :

-       50 gram tempe

-       Minyak goreng

-       ½ sdt bubuk bawang putih

-       ½ sdt bubuk ketumbar

-       Garam secukupnya

-       Air

               2)    Cara memasak :

-       Campurkan bubuk bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom

-       Masukkan tempe kedalam bumbu tadi lalu ratakan

-       Diamkan selama 1 jam

-       Goreng tempe dalam minyak panas

-       Sajikan

e.      Tahu Goreng

1)     Bahan :

-       50 gram tahu

-       Minyak goreng

-       ½ sdt bubuk bawang putih

-       ½ sdt bubuk ketumbar

-       Garam secukupnya

-       Air

2)     Cara memasak :

-       Campurkan bubuk bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom

-       Masukkan tahu kedalam campuran bumbu tadi lalu ratakan

-       Diamkan selama 1 jam

-       Goreng tahu dalam minyak panas

-       Sajikan

f.       Ikan Goreng

1)       Bahan :

-       50 gram ikan

-       Minyak goreng

-       ½ sdt bubuk bawang putih

-       ½ sdt bubuk ketumbar

-       Garam secukupnya

-       Air

2)     Cara memasak :

-       Bersihkan ikan dengan air mengalir dan buang jeroannya

-       Campurkan bubuk bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom

-       Masukkan ikan kedalam campuran bumbu tadi lalu ratakan

-       Diamkan selama 1 jam

-       Goreng ikan dalam minyak panas

-       Sajikan

g.      Es Jeruk

1)    Bahan :

-       40 gram jeruk manis

-       5 gram gula pasir

-       200 ml air

-       Es batu

2)    Cara memasak :

-       Peras jeruk manis dan ambil sarinya

-       Campurkan air perasan jeruk dengan gula dan air di dalam gelas

-       Masukkan es batu

-       Sajikan

h.      Pisang Panggang Madu

1)     Bahan :

-       30 gram pisang ambon

-       5 gram madu

2)     Cara memasak :

-       Kupas kulit pisang dan potong setengah menjadi 2 bagian

-       Panggang pisang dalam microwave selama 10 menit

-       Tambahkan topping madu


Pembahasan Set Menu Makan Siang

Set menu siang sudah sesuai dengan pedoman gizi seimbang dan juga sudah sesuai dengan anjuran angka kecukupan gizi pada orang dewasa dalam sehari, dimana untuk makan siang alokasi energinya yaitu sebesar 40% dari kebutuhan sehari. Kandungan zat gizi pada set menu siang mengandung beberapa jenis zat gizi yang penting bagi sistem imun. Menu nasi tinggi akan karbohidrat. Menu lalapan kaya akan serat,  lemak, vitamin A, vitamin C dan zat besi. Lauk ikan, tempe dan tahu goreng kaya akan protein, lemak dan vitamin A. Es jeruk tinggi akan kandungan vitamin A, vitamin C dan zat besi serta pisang madu panggang  kaya akan karbohidrat, vitamin A dan vitamin C.

Pada tempe terdapat antioksidan berupa isoflavon dalam bentuk aglikon dan glukosida. Senyawa aglikon di antaranya adalah genistein, daidzein, dan glisitein (Nakajima, dkk., 2005). Isoflavon kedelai dapat menurunkan risiko  penyakit jantung dengan membantu  menurunkan kadar kolesterol darah. Isoflavon pada protein kedelai telah terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol (Koswara, 2006). Selain itu, tempe juga mengandung mineral seperti zat besi, tembaga, dan zink. Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh. (Badan Standarisasi Nasioanal, 2012)

Pada lemak Ikan terdapat kandungan lemak esensial seperti EPA, omega-3, omega-6 PUFA, DHA, dan the small indigenous fishes (SIFs) yang berperan penting dalam tubuh (Mohanty et al., 2016). Selain itu, ikan mengandung banyak zat gizi penting seperti fosfor, iodin, protein, selenium, dan vitamin (vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12 dan vitamin D).  Omega-3 dan omega-6 banyak terkandung pada ikan yang baik bagi pencegahan penyakit dan kecerdasan otak. (Nalendrya et al, 2016).

Pada set menu ini, terdapat buah pisang dan jeruk yang mana berwarna kuning. Buah yang berwarna kuning atau oranye mengandung vitamin A, karoten serta mengandung vitamin B kompleks yang dapat berfungsi untuk kesehatan hati (Kemenkes RI, 2020). Buah pisang dan jeruk mangandung antioksidan yang dapat memperlambat proses oksidasi molekul pengoksidasi. Radikal bebas diproduksi sebagai hasil reaksi oksidasi yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel. Radikal bebas juga berpotensi mengoksidasi lipid yang ada di membran sel, menghancurkan DNA dan mengganggu sitoskeleto.

Menu lalapan pada set menu siang terdiri dari sawi, terong, tauge dan kacang panjang yang mengandung serat pangan tinggi. Serat pangan memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan, meliputi melancarkan pencernaan dan mencegah kanker kolon, menurunkan kadar glukosa darah, berfungsi sebagai prebiotik, mengontrol kegemukan dan obesitas serta mengurangi kadar kolesterol dalam darah (Kusharto, 2006). Serat pangan dapat mereduksi difusi glukosa darah, mengurangi pemecahan glukosa yang dilakukan oleh alfa-amilase, perpanjangan waktu absorbsi karbohidrat sehingga mengurangi peningkatan kadar glukosa postprandial dan peningkatan sensitivitas insulin dengan peningkatan ekspresi  Glucose Transporter Type 4 (GLUT-4) yang diduga terutama dilakukan oleh jenis serat pangan yang insoluble. (Papathanasopoulos dan Camilleri, 2010) Serat pangan terbukti dapat menurunkan level HbA1C pada penderita DM tipe 2 yang diberi intervensi serat >50 gr/hari (Harum, 2013). Jenis serat lain yang berpotensi untuk mengurangi kadar kolesterol adalah inulin. Inulin memiliki beberapa mekanisme untuk menurunkan kadar kolesterol. Mekanisme pertama adalah dengan menghambat emulsifikasi lemak dan kolesterol oleh garam empedu (Azhar,2009, Susilowati, 2013). Mekanisme kedua melalui pembentukan asam lemak rantai pendek. Asam-asam lemak rantai pendek (SCFA) memiliki kemampuan dalam menghambat sintesis kolesterol dan menurunkan sekresi trigliserol, sehingga pembentukan asam-asam lemak rantai pendek tersebut berpotensi dapat menurunkan kapasitas kolesterol. (Farah, 2014, Susilowati, 2013)


Makan Malam          

Kebutuhan Zat Gizi (30% kebutuhan sehari)

Energi                         = 690 kkal

Karbohidrat                 = 94,875 gram

Protein                        = 25,87 gram

Lemak                         = 22,98 gram

Serat                            = 9 gram


Menu Makan Malam

Nasi

Oseng-oseng

Ikan goreng

Tahu goreng

Air putih

Buah semangka


Gambar 3. Set menu makan malam


    Nilai Gizi   


    Resep Menu Makan Malam

a.        Nasi

1)     Bahan

-       Beras

-       Air

2)     Cara memasak

-       Cuci beras

-       Tambahkan air dengan perbandingan 1:2 dibanding beras

-       Masak beras dalam rice cooker hingga matang

-       Sajikan

b.        Oseng-oseng

1)       Bahan

-       25 gram Wortel

-       12,5 gram Sawi

-       15,5 gram Kembang kol

-       45 gram Tempe

-       Minyak goreng

-       Garam secukupnya

-       Merica secukupnya

-       3 siung Bawang putih

2)       Cara memasak

-       Kupas wortel dan cuci menggunakan air mengalir

-       Cuci sawi dan kembang kol  menggunakan air mengalir

-       Cuci dan potong kecil bawang putih

-       Tumis bawang putih dengan minyak panas

-       Masukkan wortel, kembang kol dan sawi secara bertahap

-       Tambahkan garam dan merica

-       sajikan

 

c.      Ayam Goreng

1)     Bahan :

-       40 gram daging ayam

-       Minyak goreng

-       ½ sdt bubuk bawang putih

-       ½ sdt bubuk ketumbar

-       Garam secukupnya

-       Air

2)     Cara memasak :

-       Bersihkan daging ayam dengan air mengalir

-       Campurkan bubuk bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom

-       Rebus daging ayam dan bumbu sampai airnya habis

-       Goreng daging ayam pada minyak panas

-       Sajikan

 

d.      Tahu Goreng

1)     Bahan :

-       50 gram tahu

-       Minyak goreng

-       ½ sdt bubuk bawang putih

-       ½ sdt bubuk ketumbar

-       Garam secukupnya

-       Air

2)     Cara memasak :

-       Campurkan bubuk bawang putih, ketumbar, garam dan air pada baskom

-       Masukkan tahu kedalam campuran bumbu tadi lalu ratakan

-       Diamkan selama 1 jam

-       Goreng tahu dalam minyak panas

-       Sajikan

e.         Buah Semangka

f.         Air Putih

Pembahasan Menu Makan Malam

Kandungan zat gizi pada set menu malam meliputi beberapa jenis zat gizi yang penting bagi sistem imun. Menu nasi tinggi akan karbohidrat. Menu oseng-oseng kaya akan serat,  lemak, vitamin A, vitamin C dan zat besi serta protein. Lauk ayam dan tahu goreng kaya akan protein, lemak dan vitamin A. Buah jeruk tinggi akan kandungan vitamin A, vitamin C dan zat besi.

Rendahnya konsumsi protein akan berpengaruh terhadap status kekebalan tubuh karena status kekebalan tubuh berhubungan dengan jumlah kerusakan dan fungsi imun seluler, serta menurunnya respons antibodi (Angraini,2014). Daging ayam dan tahu mengadung protein yang tinggi. Terdapat dua protein pengikat besi yaitu transferin dan laktoferin yang fungsinya untuk mencegah terjadinya infeksi dengan cara memisahkan besi dari mikroorganisme, karena besi diperlukan oleh mikroorganisme untuk berkembang biak. Kekurangan besi akan berdampak pada reaksi imunitas berupa aktivitas neutrofil yang menurun, dan sebagai konsekuensinya kemampuan untuk membunuh bakteri intraseluler secara nyata menjadi terganggu. Sel NK sensitif terhadap ketidakseimbangan besi dan memerlukan jumlah besi yang cukup untuk berdiferensiasi dan berproliferasi (Siswanto dkk, 2013). Tahu merupakan makanan yang terbuat dari kedelai yang mana protein kedelai dapat menurunkan risiko  penyakit jantung dengan membantu  menurunkan kadar kolesterol darah (Koswara, 2006). 

Buah jeruk, kembang kol, dan wortel kaya akan vitamin A dan C yang dapat meningkatkan penyerapan fe atau besi. Selain itu, vitamin A memiliki peran dalam menjaga atau memelihara sistem imun tubuh. Peran vitamin A banyak pada pemeliharaan sel epitel, dimana sel epitel merupakan salah satu jaringan tubuh yang terlibat di dalam fungsi imunitas non-spesifik (Siswanto, et al., 2013). Selain itu, vitamin C, vitamin D dan zink ternyata menimbulkan efek sinergis jika dikonsumsi bersama (Maggini,dkk., 2017)

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anggraini, Dian Isti  , Putu Ristyaning Ayu. The Relationship Between Nutritional Status And Immunonutrition Intake With Immunity Status.2014. JUKE .Vol 4.  No. 8.

Azhar M. Inulin sebagai prebiotik. SAINSTEK. 2009;XII(No 1):1–8.

Badan Standarisasi Nasional., 2012. Tempe: Persembahan Indonesia untuk Dunia. Jakarta: Author.

Chang, C., Lahti, T., Tanaka, T., & Nickerson, M. T. 2018. Egg proteins: fractionation, bioactive peptides and allergenicity. Journal of the Science of Food and Agriculture.

Farah IE. Apliksi Serat Inulin Hasil Hidrolisis Enzim Inulinase Kapang Acremonium sp. CBS 3 dan Aspergillus clavatus CBS 5 dalam Formulasi Minuman Sari Brokoli Untuk Antikolesterol . [Skripsi]. Jakarta (Indonesia): Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2014. 

Harum A, Larasati T, Zuraida R. Hubungan Diet Serat Tinggi dengan Kadar HBA1C Pasien DM Tipe 2 di RSUD DR.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Med J lampung Univ. 2013;2(4):79–87. 

Karacabey, K., & Ozdemir, N. 2012. The Effect of Nutritional Elements On The Immune System. Obesity & Weight Loss Therapy, 2(9).

 

Kementerian Kesehatan RI. 2020. Panduan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi COVID-19. Jakarta.

Koswara, S. 2006. Isoflavon, Senyawa Multi-Manfaat Dalam Kedelai. Institut Pertanian Bogor.

Kusharto CM. Serat makanan dan peranannya bagi kesehatan. J Gizi dan Pangan. 2006;2:45–54.

Maggini, S., Maldonado, P., Cardim, P., Newball, C. F., & Sota Latino, E. R. (2017). Vitamins C, D and Zinc: Synergistic Roles in Immune Function and Infections. Vitamins & Minerals, 06(03).

McCann, J. C., & Ames, B. N. 2005. Is docosahexaenoic acid, an n-3 long-chainpolyunsaturated fatty acid, required for development of normalbrain function? An overview of evidence from cognitive and behav-ioral tests in humans and animals. Am J Clin Nutr, 82:281–295.

Mohanty BP, Sankar TV, Ganguly S, Mahanty A, Anandan R, Chakrabarty K, et al. (2016) Micronutrient composition of 35 food fishes from India and their significance in human nutrition. Biol Trace Elemt Res doi:10.1007/s12011-016-0714-3.

Nakajima, N., N. Nozaki, K. Ishihara, A. Ishikawa, H. Tsuji. 2005. Analysis of Isoflavone Content in Tempeh, a Fermented Soybean, and Preparation of a New Isoflavone-Enriched Tempeh. Journal of Bioscience and Engineering. Vol. 100: 685689.

Nalendrya, I., Ibnu M., Firlia, A. 2016. Sosis Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta L.) Sebagai Pangan Sumber Omega 3. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. V (3).

Papathanasopoulos A, Camilleri M. Dietary fiber supplements: effects in obesity and metabolic syndrome and relationship to gastrointestinal functions. Gastroenterology [Internet]. 2010;138(1):62–5. 

Rao, J. S., Ertley, R. N., Lee, H.-J., DeMar, J. C., Arnold, J. T., Rapoport, S. I., & Bazinet, R. P. 2017. n-3 polyunsaturated fatty acid deprivation in rats decreases frontal cortex BDNF via a p38 MAPK-dependent mechanism. Molecular Psychiatry.

Siswanto., Budisetyawanti., Ernawati, Fitrah. 2013. Peran Beberapa Zat Gizi Mikro Dalam Imunitas. Jurnal Gizi Indonesia

Susilowati A. Alternatif Enzim Inulinase dari Kapang Endofit Hasil Isolasi Kulit Umbi Dahlia Merah (Dahlia pp) Lokal dan Aplikasinya sebagai Sumber Enzim Inulinase untuk Perolehan Serat Inulin. Pus Penelit Kim LIPI Serpong. 2013:1843;34–42.  

























































·   

    
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar