Nama : Irma Kristiana
NIM : S531908027
Peminatan : Human Nutrition
Institusi : Universitas Sebelas Maret Surakarta
Untuk menghadapi situasi masa pandemi Covid-19, diperlukan adanya asupan zat gizi yang baik sebagai bentuk preventif untuk menghindari terjadinya penularan. Menjaga pola makan yang sehat sangatlah penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh (Kemenkes, 2020)
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan daya tahan tubuh salah satunya dengan makan makanan yang bergizi seimbang, dalam pemilihan bahan makanan perlu diperhatikan juga pada setiap kali makan sebaiknya terdiri dari makanan pokok yang merupakan sumber karbohidrat yang dapat berupa nasi, jagung, kentang, umbi-umbian, dan lain sebagainya, kemudian lauk pauk yang merupakan sumber protein dan mineral. Lauk hewani seperti daging, ikan, telur, dan ayam. Lauk nabati seperti kacang-kacangan, tempe, tahu. Sayuran dan buah merupakan sumber vitamin, mineral dan serat. Terutama sayuran dan buah yang berwarna, banyak mengandung vitamin dan berfungsi sebagai antioksidan yaitu vitamin A, C dan E (Kemenkes, 2020)
Berdasarkan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI tahun 2018 (Kemenkes, 2019), didapatkan hasil rekomendasi untuk Angka Kecukupan Energi (AKE) rata-rata orang dewasa adalah 2100 kkal per orang per hari, untuk kecukupan energinya hal ini setara dengan Angka Kecukupan Gizi pada remaja putri pada usia 16-18 tahun, berikut adalah Angka Kecukupan Gizi Remaja Putri usia 16-18 tahun energi (2100 kkal), protein (65 g), lemak (70 g), karbohidrat (300 g), serat (29 g), vitamin A (600 RE), vitamin C (75 mg), kalsium (1200 mg), besi (15 mg), dan zinc (9 mg) (AKG, 2019). Jumlah kandungan gizi dari hasil set menu sehari yang telah dibuat yaitu energi (2098,6 kkal), protein (75,7 g), lemak (67,8 g), karbohidrat (304,5 g), serat (28,0 g), vitamin A (3055,0 μg), vitamin C (433,4 mg), kalsium (792,6 mg), besi (17,2 mg), dan zink (9,8 mg).
Berikut adalah contoh set menu pagi dengan menerapkan pedoman gizi seimbang
- Nasi Putih (150 gram)
- Gado-gado Betawi
- Telur Ayam Rebus
- Melon Potong
- Susu
|
Nilai Zat Gizi Satu Set Menu
Makan Pagi |
|||
|
Zat Gizi |
Jumlah |
Zat Gizi |
Jumlah |
|
Energi |
771,6 kkal |
Vitamin C |
31,9 mg |
|
Protein |
27,2 g |
Vitamin D |
0,5 mcg |
|
Lemak |
37,2 g |
Vitamin E |
3,3 mcg |
|
Karbohidrat | 86,4 g |
Zat besi (Fe) |
3,7 mg |
|
Serat |
4,2 g |
Zink (Zn) |
3,2 mg |
|
Vitamin A |
1378,4 RE |
||
Berdasarkan pedoman
gizi seimbang (Kemenkes, 2014) dalam sehari per orang dengan kategori umur remaja atau orang
dewasa konsumsi karbohidrat dianjurkan sebanyak 3-4 porsi atau dengan kata lain
setiap 1 porsi karbohidrat setara dengan 100 gram nasi, protein sebanyak 2-4
porsi yang terdiri dari protein hewani dan nabati. Untuk protein hewani itu
seperti ayam, ikan, daging sapi, telur, udang dan lainnya atau dapat juga dikatakan
bahan makanan yang berasal dari hewan. Dan untuk protein nabati itu seperti
tahu, tempe, kacang kedelai, kacang tanah, dan lain sebagainya, namun untuk
kacang panjang dan kacang buncis itu tidak termasuk dalam golongan protein
nabati, melainkan masuk ke dalam golongan sayuran. Kemudian untuk anjuran
konsumsi sayur sebanyak 3-4 porsi atau dengan kata lain anjuran konsumsi
sayuran untuk remaja atau dewasa sebanyak 3-4 mangkuk per orang per hari. Satu
mangkuk sayuran beratnya sekitar 75 gram, sehingga seseorang atau setiap orang dianjurkan
untuk mengkonsumsi sayur berkisar 300 gram per hari., dan untuk buah anjuran
konsumsinya adalah 2-3 porsi. Lalu mengapa anjuran konsumsi buah dan sayur
lebih tinggi dibandingkan dengan golongan makanan yang lain? Hal ini
dikarenakan American Dietectic
Association (ADA) (ADA, 1999) telah merekomendasikan setiap orang atau
setiap individu untuk mengkonsumsi 25-30 gram serat per orang per hari. Jika
kita menerapkan konsumsi buah dan sayur dalam sehari seperti yang telah dianjurkan dalam pedoman gizi seimbang, maka kecukupan kita akan terpenuhi sehingga pencernaan juga akan
lancar dan risiko untuk terkena penyakit degeneratif akan lebih kecil. Hal ini
dikarenakan serat memiliki manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol
dalam darah, menghambat sintesis kolesterol, melancarkan
pencernaan, mencegah kanker usus, menurunkan kadar glukosa darah, dapat juga berfungsi
sebagai prebiotik, mengontrol kegemukan dan mencegah obesitas,
mencegah konstipasi, meningkatkan bifidobakteri dan lactobasili, serta menurunkan enterobakteri dan clostridium pefringen (Kusharto, 2006).
Jika
dilihat dari pedoman gizi seimbang, maka set menu pagi telah memenuhi atau
sesuai dengan pedoman gizi seimbang, dimana makanan pokok (karbohidrat) 1,5
porsi (nasi putih), protein nabati 1,5 porsi (1 porsi kacang tanah, ½ porsi
tempe), protein hewani sebanyak 1 porsi (telur ayam), sayur sebanyak 1 porsi
atau setara dengan 1 mangkuk (selada, kol, tauge, kangkung, dan wortel ), dan buah 1 porsi
(jeruk).
Beberapa penelitian melaporkan bahwa buah dan sayuran memiliki kandungan zat gizi mikronutrien yang dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Salah satu zat gizi mikro yang dapat meningktakn fungsi kekebalan tubuh seperti vitamin E, vitamin C, dan vitamin A, hal ini dikarenakan ketiga vitamin tersebut memiliki fungsi sebagai antioksidan. Antioksidan akan meningkatkan jumlah sel T, meningkatkan respons limfosit, meningkat produksi Interleukin-2 (IL 2), dan aktivitas sel Natural Killer (NK), dimana sel T, limfosit, dan sel Natural Killer (NK) merupakan suatu respon imun tubuh kita jika terdapat benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga dengan mengkonsumsi makanan sumber vitamin E, vitamin C, dan vitamin A dapat meningkatkan respon imun tubuh kita terhadap benda asing (berupa virus, mikroba, dan lain sebagainya) (Roitt, 2003). Pada set menu makan pagi ini sudah menggunakan sumber vitamin C dan vitamin E yaitu pada tomat, serta sumber vitamin A pada wortel.
Selain itu zat gizi mikro juga perlu diperhatikan, tubuh juga membutuhkan zat besi dan selenium, dan zinc untuk pertumbuhan sel kekebalan tubuh (IOM, 2000). Sementara itu vitamin B6 dan asam folat mempengaruhi produksi dan aktivas sel kekebalan tubuh. Kehadiran asam fitat dalam makanan manusia memiliki dampak negatif terhadap penyerapan mineral. Studi penelitian menunjukkan bahwa asam fitat memiliki efek terhadap penghambatan penyerapan zat besi yang non heme. Namun, dengan teknik pemasakan dalam waktu lama dapat menyebabkan inaktivasi enzim endogen sehingga dapat menghilangkan kandungan fitat dalam makanan. Sumber makanan yang mengandung asam fitat ada pada kacang-kacangan (sumber protein nabati). Tempe dan kacang tanah yang terdapat pada menu gado-gado betawi mengandung asam fitat, namun tempe dan kacang tanah telah dilakukan proses pemasakan terlebih dahulu untuk menghindari dampak negattif dari asam fitat (Shimi & Hasnah, 2013).
Pada menu set pagi juga telah di lengkapi dengan buah dan sayur, dimana kita ketahui buah dan sayur kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Vitamin C mempunyai banyak fungsi di dalam tubuh, sebagai koenzim atau kofaktor. Asam askorbat adalah bahan yang kuat kemampuan reaksinya dan bertindak sebagai antioksidan dalam reaksi-reaksi hidroksilasi. Radikal ini adalah senjata lain dari tubuh dalam melawan patogen (Almatsier, 2005). Pada vitamin D disebutkan bahwa vitamin D mengatur ekspresi gen yang mengkode peptida antimikroba. Peptida terlibat dalam mekanisme pertahanan non-spesifik tubuh. Vitamin D juga terlibat dalam pengaturan gen terkait kekebalan lainnya. Sayuran merupakan sumber phytonutriceutical seperti vitamin C, vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin B9, dan vitamin E, mineral, serat pangan, dan phytochemical (Dias & Ryder, 2011).
- 10 gram selada
- 10 gram kol
- 10 gram tauge
- 10 gram bayam
- 50 gram wotel
- 25 gram tempe
- 20 gram kacang tanah
- 10 gram minyak kelapa sawit
- 1 siung bawang putih
- 2 gram gula merah
- 20 ml air
- 0,5 gram garam
- Rendam tempe di air mineral yang telah diberikan 0,5 gram garam selama 60 detik, kemudian goreng tempe hingga kuning kecokelatan, tiriskan, kemudian potong dadu
- Cuci hingga bersih semua sayur
- Cuci semua sayur, setelah itu rebus sayur 2 menit, kemudian tiriskan dan potong sayur kecil-kecil
- Campur semua sayur, tempe, dan bahan yang telah dihaluskan
- Sajikan
- 50 gram telur ayam
- 100 ml air
- Cuci bersih telur ayam dengan air mengalir, siapkan panci dan air untuk merebus, masukkan telur ayam dan rebus selama 15 menit, angkat, tiriskan, kemudian dinginkan telur hingga sudah tidak panas lagi, kemudian kupas cangkang telur. Dan potong telur ayam menjadi 2 bagian, sajikan
Berikut adalah contoh set menu siang dengan menerapkan pedoman gizi seimbang
- Nasi Putih (200 gram)
- Bistik
- Tempe Goreng
- Cah Brokoli
- Jus Jambu Biji
- Air Mineral
|
Nilai Zat Gizi Satu Set Menu
Makan Siang |
|||
|
Zat Gizi |
Jumlah |
Zat Gizi |
Jumlah |
|
Energi |
760,5 kkal |
Vitamin C |
210,2 mg |
|
Protein |
35 gram |
Vitamin D |
0 mcg |
|
Lemak |
33,2 gram |
Vitamin E |
2,2 mcg |
|
Karbohidrat |
82 gram |
Fe |
3,8 mg |
|
Serat |
8,6 gram |
Zn |
5,1 mg |
|
Vitamin A |
356 RE |
|
|
Dari hasil set
menu makan siang dan jika dibandingkan dengan pedoman gizi seimbang, maka set
menu siang telah memenuhi atau sesuai dengan pedoman gizi seimbang, dimana makanan
pokok (karbohidrat) 2 porsi (nasi putih), protein nabati 1 porsi (1 porsi tempe),
protein hewani sebanyak 1,5 porsi (daging sapi), sayur sebanyak 1,5 porsi atau setara dengan 1,5 mangkuk (brokoli dan tomat), dan buah 1 porsi dalam bentuk jus (jambu biji).
Salah satu sumber zat gizi mikro yang berperan dalam menjaga imunitas tubuh adalah vitamin A. Vitamin A berperan dalam mengatur kekebalan tubuh, memberi perlindungan terhadap infeksi dengan cara menjaga permukaan kulit dan jaringan pada mulut, lambung, usus, dan sistem pernafasan agar tetap sehat (Kemenkes, 2020). Sumber vitamin A yang terdapat pada set menu makan siang ini adalah brokoli. Zat gizi mikro lain yang sangat penting untuk pemeliharaan kekebalan fungsi tubuh adalah zinc. Sumber bahan makanan yang mengandung zink pada menu siang ini adalah kacang tanah dan daging sapi. Zinc dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena memiliki peran pada sel T dan dalam pembentukan antibodi oleh sel B. Peran zinc telah dibuktikan jika kekurangan zinc maka terdapat penurunan aktivitas sel Natural Killer (NK), CD4+ dan CD8+, dan juga menurunnya proliferasi limfosit (FAO/WHO, 2001).
Zat besi yang ditemukan pada makanan terbagi menjadi 2 bentuk yaitu bentuk heme dan non heme dan keduanya memiiki daya serap yang khusus. Penyerapan zat besi non heme tergantung pada faktor makanan intrinsik, yaitu seperti vitamin C. Vitamin C memiliki hubungan yang sinergi dengan penyerapan zat besi, dimana vitamin C dapat menjaga zat besi dalam kondisi ferro (Fe2+) dan membentuk senyawa yang lebih larut. Pada daging sapi, beberapa asam amino seperti sistein, histidin, dan lisin dan beberapa peptida mempengaruhi penyerapan zat besi, Hal ini dikarenakan asam amino dalam usus larut dengan zat besi non heme, dan dapat meningkatkan bioavailabilitas. Vitamin C hanya meningkatkan penyerapan zat besi jika dikonsumsi secara bersamaan. Oleh sebab itu, konsumi daging sapi dan dan makanan sumber vitamin C sangat penting dan sangat baik bagi tubuh. Selain itu seperti kita ketahui vitamin C juga memiliki manfaat sebagai antioksidan, antiokasidan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang dikarenakan vitamin C dapat membentuk antibodi dan kekebalan tubuh, selain itu kekurangan zat besi juga akan berdampak pada reaksi imunitas berupa aktivitas neutrofil yang menurun, dan sebagai konsekuensinya kemampuan untuk membunuh bakteri intraseluler secara nyata menjadi terganggu pada sel Natural Killer (NK). (Cavalcanti et al, 2014). Pada set menu makan siang sumber vitamin C terdapat pada buah jambu biji.
- 1 siung bawang putih
- 10 ml kecap manis
- 2 gram merica
- 10 gram bawang bombay
- 5 gram minyak kelapa sawit
- 1 cabai merah besar
- 0,5 gram garam
- 20 ml air
- 75 gram daging sapi
- Sebelum dimasak, lumuri daging sapi dengan kecap manis 5 ml dan 1 gram merica, diamkan selama 30 menit, kemudian tutup wadah tersebut
- Geprek bawang putih, kemudian iris kecil-kecil
- Siapkan penggorengan dan masukkan minyak kelapa sawit, panaskan. Jika minyak sudah panas masukkan irisan bawang putih, aduk hingga mengeluarkan aroma harum
- Masukkan daging sapi yang sudah dilumuri dengan kecap dan merica, kemudian tambahkan air mineral sebanyak 20 ml, setelah itu masukkan kecap 5 gram dan aduk merata
- Jika dirasa daging sudah empuk masukkan bawang bombay, aduk merata
- Setelah itu masukkan potongan cabai merah besar
- Lalu masukkan merica dan garam, aduk merata, angkat
- Bistik siap disajikan
- 0,3 gram garam
- 5 gram minyak kelapa sawit
- 30 ml air
- 50 gram tempe
- Larutkan garam dalam 30 ml air
- Masukan tempe dan diamkan selama 30 detik
- Siapkan penggorengan, masukkan minyak dan tunggu minyak panas
- Jika minyak sudah panas, masukkan tempe yang sudah dibumbui dengan garam, tunggu hingga warnanya kuning kecokelatan, angkat, lalu tiriskan
- Sajikan
- 1 siung bawang putih
- 0,2 gram garam
- 0,2 gram merica
- 5 gram minyak kelapa sawit
- 20 gram tomat
- 70 gram brokoli
- 50 ml air
- Bersihkan sayuran, kemudian potong kecil. Untuk tomat ceri, setiap 1 tomat potong menjadi 2 bagian
- Geprek bawang putih, kemudian iris kecil
- Siapkan penggorengan, masukkan minyak, dan panaskan
- Setelah minyak panas, masukkan irisan bawang putih, kemudian aduk hingga harum
- Setelah itu masukkan brokoli, kemudian masukkan air mineral, tunggu hingga brokoli matang
- Kemudian masukkan tomat ceri, setelah itu masukkan lada dan garam
- Sajikan
- 10 gram jambu biji
- 200 ml air
- Bersihkan jambu biji, kemudian buang kulit dan biji jambu, kemudian potong kecil
- Siapkan blender untuk menghaluskan jambu biji
- Setelah itu masukkan jambu yang telah dipotong kecil ke dalam blender, kemudian masukkan air mineral, blend hingga halus
- Sajikan
Berikut adalah contoh set menu malam dengan menerapkan pedoman gizi seimbang
- Nasi Putih (150 gram)
- Pepes Ikan
- Tofu Tumis Bombay
- Sayur Sop
- Jeruk
- Air Mineral
|
Nilai Zat Gizi Satu Set Menu
Makan Malam |
|||
|
Zat Gizi |
Jumlah |
Zat Gizi |
Jumlah |
|
Energi |
574,1 kkal |
Vitamin C |
100,8 mg |
|
Protein |
29,2 gram |
Vitamin D |
6 mcg |
|
Lemak |
18,8 gram |
Vitamin E |
0,9 mcg |
|
Karbohidrat |
76,4 gram |
Zat Besi (Fe) |
9,9 mg |
|
Serat |
10,1 gram |
Zink/Seng (Zn) | 2,3 mg |
|
Vitamin A |
1244 RE |
||
Dari hasil set
menu makan malam dan jika dibandingkan dengan pedoman gizi seimbang, maka set
menu malam telah memenuhi atau sesuai dengan pedoman gizi seimbang, dimana makanan
pokok (karbohidrat) 1,5 porsi (nasi putih), protein nabati 1,5 porsi (140 gram
tofu), protein hewani sebanyak 1 porsi (50 gram ikan kembung), sayur sebanyak
1,5 porsi atau 1,5 mangkuk (wortel, buncis, dan tomat), dan buah sebanyak 1,5
porsi (jeruk).
Pada set menu malam ini menggunakan ikan kembung sebagai sumber protein hewani. yang bernilai biologis tinggi. Protein diserap tubuh dalam bentuk asam amino, misalnya seperti arginin dan glutamin yang efektif dalam memelihara fungsi imun tubuh. Potein memiliki peran dalam pembentukan hormon, enzim, dan zat kekebalan tubuh (antibodi seperti leukosit, limfosit, immunoglobulin, dan lainnya). Limfosit merupakan sel yang paling dominan dalam organ dan jaringan sistem imun. Salah satu komponen utama sistem imun adalah sel T, suatu bentuk limfosit yang berfungsi mencari jenis penyakit patogen dan kemudian akan dirusak oleh limfosit. Jika seseorang kurang mampu menghasilkan limfosit untuk sistem imun, maka sel perlawanan infeksi yang dihasilkan akan kurang cepat bereaksi dan kurang efektif (Anggraini & Ayu, 2014).
Pada kondisi apapun protein harus terpenuhi, karena selain berperan sebagai imunitas, protein juga berperan sebagai transport zat gizi. Zat-zat gizi yang telah dicerna harus diangkut atau dibawa menuju sel-sel tubuh yang kemudian dapat dimanfaatkan. Pengangkutan zat gizi tersebut sebagian besar dilakukan oleh protein, seperti lipoprotein yang berperan dalam mengangkut lipid dan bahan sejenis lipida, serta transferrin yang berperan mengangkut zat besi dan mangan. Hal ini menunjukkan bahwa apabila asupan protein kurang maka akan mengganggu proses metabolisme zat gizi lainna (Anggraini & Ayu, 2014).
Selain itu, pada menu ini terdapat buah jeruk, dimana kita ketahui bahwa jeruk merupakan merupakan makanan sumber vitamin C. Vitamin C memiliki hubungan yang sinergi dengan penyerapan zat besi, dimana vitamin C dapat menjaga zat besi dalam kondisi ferro (Fe2+) dan membentuk senyawa yang lebih larut. Vitamin C hanya meningkatkan penyerapan zat besi jika dikonsumsi secara bersamaan. Selain itu seperti kita ketahui vitamin C juga memiliki manfaat sebagai antioksidan, antioksidan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang dikarenakan vitamin C dapat membentuk antibodi dan kekebalan tubuh (Cavalcanti et al, 2014). Pada set menu makan malam sumber vitamin C terdapat pada buah jeruk, selain merupakan sumber vitamin C jeruk juga memiliki kandungan serat yang baik bagi pencernaan.
Selain itu pada menu ini juga terdapat sayur dan buah, seperti kita ketahui sayur buah merupakan salah satu sumber serat. Serat memiliki manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menghambat sintesis kolesterol, melancarkan pencernaan, mencegah kanker usus, menurunkan kadar glukosa darah, sebagai prebiotik, mengontrol kegemukan dan mencegah obesitas, mencegah konstipasi, meningkatkan bifidobakteri dan lactobasili serta menurunkan enterobakteri dan clostridium pefringen (Kusharto, 2006)
- 20 gram tomat
- 3 siung bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 3 gram lengkuas
- 3 grm kunyit
- 1 lembar daun salam
- 1 buah cabai merah keriting
- 1/2 batang daun bawang
- 0,5 gram garam
- 1 lembar ukuran sedang daun pisang
- 50 gram ikan kembung
- 2 buah tusukan gigi atau lidi
- Cuci hingga bersih semua bahan
- Haluskan bawang merah, bawang putih, lengkuas, kunyit, cabai merah keriting, daun bawang, dan garam
- setelah semua bumbu dihaluskan ratakan bumbu tersebut ke seluruh bagian ikan
- Masukkan daun salam, tomat yang telah diiris, dan daun kemangi pada ikan yang telah dilumuri bumbu
- Kemudian bungkus ikan dengan daun pisang dengan baik dan sematkan tusuk gigi atau lidi pada bagian ujung daun pisang
- Kukus selama 15 menit
- Sajikan
- 90 gram tofu
- 20 gram tomat
- 0,2 gram garam
- 0,2 gram merica
- 5 gram minyak kelapa sawit
- 1 siung bawang putih
- Geprek bawang putih, kemudian iris
- Siapkan penggorengan dan minyak, kemudian panaskan
- Jika minyak sudah panas, masukkan irisan bawang putih, aduk secara merata hingga harum
- Masukkan tofu
- Lalu masukan bawang Bombay yang telah diiris, kemudian masukkan tomat yang telah dipotong menjadi 2 bagian
- Masukkan garam dan merica
- Sajikan
- 75 gram wortel
- 45 gram buncis
- 20 gram tomat
- 50 gram tofu
- 1 siung bawang putih
- 0,2 gram garam
- 0,2 gram merica
- 5 gram minyak kelapa sawit
- 150 ml air
- Cuci semua bahan makanan hingga bersih
- Geprek bawang putih, kemudian iris kecil-kecil
- Siapkan penggorengan, masukkan minyak kelapa sawit dan panaskan
- Masukkan bawang putih, tumis hingga harum
- Masukkan air mineral
- Masukkan wortel
- Setelah wortel empuk, masukkan buncis, kemudian masukkan tofu, kemudian masukkan tomat, tak lupa masukkan garam dan merica
- Angkat dan sajikan
- Almatsier. 2005. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
- American Dietetic Association. 1999. Functional Food-Position of ADA. J.Am.Diet. Assoc. 99 : 1278 – 1285Dias. J and E. Ryder, “World Vegetable Industry: Production, Breeding, Trends,” Hort. Rev., Vol. 38, 2011, pp. 299-356
- Angraini, D.I. and Ayu, P.R., 2014. The Relationship Between Nutritional Status and Immunonutrition Intake with Immunity Status. JUKE, 4(8), pp.158-165
- Azhar M. Inulin sebagai Prebiotic. Sainstek. 2009;XII(No. 1):1-8
- Cavalcanti, D. S., de Vasconcelos, P. N., Muniz, V. M., dos Santos, N. F., & Osório, M. M. (2014). Iron intake and its association with iron-deficiency anemia in agricultural workers’ families from the Zona da Mata of Pernambuco, Brazil. Revista de Nutricao, 27(2), 217–227. https://doi.org/10.1590/1415-52732014000200008
- Institute of Medicine (IOM). 2000. Dietary Reference Intakes for Vitamin C, Vitamin E, Selenium and Carotenoids. Washington DC.: National Academy Press, 2000
- Kemenkes RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
- Kemenkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia
- Kemenkes RI. 2020. Panduan Gizi Seimbang pada Masa Pandemi COVID-19. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
- Kusharto CM. 2006. Serat makanan dan peranannya bagi kesehatan. J Gizi dan pangan. 2006;2:45-54
- Lattimer JM, Haub MD. 2010. Effects of dietary fiber and its components on metabolic health. Nutrients. 2010;2:1266-89
- Marsono Y. 2007. Prospek Pengembangan Makanan Fungsional. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional dalam rangkan “National Food Technology Competation (NFTC)”
- Muchtadi D. 2001. Sayuran Sebagai Sumber Serat Pangan Untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Degeneratif. Jurnal Teknol dan Industri Pangan. 12 (1) : 61-71
- Ramadhan FK. 2013. Pengaruh Pemberian Nata de Coco terhadap Kadar Kolesterol LDL dan HDLpada wanita Dislipidemia. Semarang: Universitas Diponogoro
- Roitt Ivan M. 2003. Essential Immunology. Edisi 8. Widya Medika, Jakarta
- Shimi, G., & Hasnah, H. 2013. Does Cooking Affect the Phytate Content in Local Soy Based Dishes? International Food Research Journal, 20(5), 2873–2880




Tidak ada komentar:
Posting Komentar