Jumat, 15 Mei 2020

SET MENU GIZI SEIMBANG UNTUK MENJAGA SISTEM IMUN TUBUH

Set Menu Gizi Seimbang Untuk Menjaga Sistem Imun Tubuh
Nama
:
Noor Khalwati Afdhaliya
NIM
:
S531908043
Program Studi
:
S2 – Ilmu Gizi
Peminatan
:
Human Nutrition
Institusi
:
Pascasarjana-Universitas Sebelas Maret (UNS)
        
SET MENU GIZI SEIMBANG UNTUK MENJAGA SISTEM IMUN TUBUH
(Bagi Perempuan Dewasa Sehat Usia 19 – 49 Tahun)

Disajikan untuk
:
1 orang, 3x makan utama (tanpa snack)
Total Kalori
:
1.741,86 Kalori

Dalam kondisi pandemic covid-19 sangat penting untuk memperhatikan pemenuhan kebutuhan energi, makronutrien, mikronutrien, cairan, dan zat-zat gizi yang mampu meningkatkan sistem immunomodulator, anti inflamasi, anti oksidan dan probiotik harian (PDGKI, 2020)
Berikut set menu sehari yang bisa dicoba untuk diterapkan dalam kehidupan sehari – hari untuk memenuhi kebutuhan harian dan menjaga sistem imun tubuh. Set menu ini disusun berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG, 2019) secara spesifik bagi kelompok perempuan dewasa kisaran usia 19 – 49 tahun dengan total kecukupan kalori sehari = 2150 – 2250 Kkal. Pertimbangan perhitungan adalah ± 10%. Setiap set menu dirancang agar dapat berkontribusi sebanyak 25% dari total kalori untuk set menu sarapan, 30% dari kalori untuk set menu makan siang dan 25% dari total kalori untuk set menu makan malam. Sedangkan distribusi kalori 20%nya disediakan untuk snack yang tidak disajikan pada laman ini. Jadi, Set Menu dalam Sehari yang tersedia di laman ini memenuhi sebanyak 80% total kalori perempuan dewasa sehat usia 19 – 49 tahun.
Set menu sehari ini disesuaikan dengan piramida gizi seimbang, yaitu serangkaian upaya untuk menghasilkan energy balance melalui empat pilar dalam Pedoman Gizi Seimbang. Untuk mencapai 4 pilar gizi seimbang tersebut ada sepuluh pesan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari – hari, yaitu :

1.
Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
2.
Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan. Anjuran konsumsi yaitu 3-4 porsi sayur dan 2 - 3 porsi buah setiap hari
3.
Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi 2 – 4 porsi sehari
4.
Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok, 3 – 4 porsi sehari
5.
Batasi konsumsi pangan manis, asin, dan berlemak. Batas konsumsi gula yang dianjurkan yaitu 4 sendok makan (50 gram), garam 1 sendok teh (5 gram), dan lemak 5 sendok makan (67 gram)
6.
Biasakan Sarapan
7.
Biasakan untuk minum air putih yang cukup dan aman
8.
Biasakan untuk membaca label pada kemasan pangan
9.
Cucilah tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
10.
Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

Pada set menu sehari ini sudah tersedia menu yang disusun sesuai pedoman gizi seimbang, yaitu sayuran terdiri dari 3 porsi, yang disajikan 1 porsi pada tiap waktu makan. 1 porsi sayuran beratnya ± 100 gram. Lauk pauk yang tinggi protein diantaranya telur, daging ayam dan ikan. Porsi yang tersedia yaitu 3 porsi yang disajikan 1 porsi pada tiap waktu makan. 1 porsi ayam beratnya ± 45 gram, telur ± 55 gram, ikan ± 45 gram. Aneka ragam makanan pokok seperti beras dan terigu. Makanan pokok diberikan sebanyak 3 porsi dalam sehari dengan berat total 275 gram. Pada set menu sehari ini juga telah membatasi penggunaan gula, garam dan lemak.

Berikut penjelasan masing – masing set menu :
1.              Set Menu Sarapan / Pagi
Disajikan untuk
:
1 Orang
Total Kalori
:
523,1 kalori (Total Kalori dari set menu sarapan ini memenuhi sebesar 25% kalori dari AKG wanita dewasa usia 19 – 49 Tahun (537,5 – 562,5 kalori))

a.         Set menu sarapan pagi terdiri dari :
-
Nasi putih
-
King Egg Roll
-
Pillow Tofu
-
Sayur rebus bumbu pecel
-
Pepaya potong
-
air mineral

b.        Kandungan Gizi Set Menu Sarapan
No.
Menu
Berat (gr)
Kalori
Protein
Lemak
KH
Vit A
Vit C
1.
Nasi Putih
100
178
2,1
0,1
40,6
0
0
2.
King Egg Roll
50
128,9
6,5
10,8
0,9
4050,5
0,4
3.
Pillow Tofu
50
35,5
4
2,3
1,1
5,4
4,1
4.
Sayur Rebus bumbu pecel
100
134,7
7,1
4,7
19,9
3693
23,7
5.
Pepaya Potong
100
46
0,5
0
12,2
365
78
Jumlah
523,1
20,2
17,9
74,7
8113,9
106,2

c.         Resep dan Takaran saji dari masing – masing menu :
1)    Nasi Putih = 100 gram = 178 kalori
2)    King Egg Roll
Untuk
:
1 Porsi
1 Porsi
:
128,9 Kalori
Bahan
:


·       Telur ayam
:
1 butir
·       Wortel          
:
5 gram
·      bawang merah
:
0,5 gram
·      bawang putih
:
0,5 gram
·       cabe merah
:
0,1 gram
·       Garam          
:
1 sdt
·      Minyak kelapa sawit
:
secukupnya untuk shallow frying /
menggoreng dengan minyak sedikit
Cara Membuat :
a)        Kocok telur, tambahkan bawang merah, bawang putih, cabe merah dan garam, kocok kembali, setelah itu masukan wortel yang sudah dirajang, aduk hingga tercampur
b)        Panaskan sedikit minyak, masukan adonan, tunggu beberapa saat, gulung telur hingga melingkar sempurna
c)         Matikan api, diamkan sebentar, potong dan siap disajikan

3)    Pillow Tofu
Untuk
:
1 Porsi
1 Porsi
:
35,5 Kalori
Bahan
:


·        Tahu
:
50 gram
·        Sawi Putih
:
6 gram / 2 lembar
·        Bawang Merah
:
0,5 gram / 1 siung
·        Bawang Putih
:
0,5 gram / 1 siung
·        Cabe merah
:
0,5 gram/ 1 iris tipis
·        Garam
:
¼ sdt
Cara Membuat :
a)        Hancurkan tahu, tambahkan bawang merah, bawang putih, cabe merah dan garam, aduk hingga tercampur rata
b)        Masukan adonan ke dalam lembaran sawi putih, lalu bungkus rapat
c)         Kukus selama 15 menit
d)        Angkat dan siap disajikan

4)    Sayur Rebus Bumbu Pecel
Untuk
:
1 Porsi
1 Porsi
:
134,7 Kalori
Bahan
:


·      Sawi Hijau
:
20 gram
·      Kacang Panjang
:
20 gram
·      Tauge
:
10 gram
·      Wortel
:
20 gram
·      Kacang tanah goreng dihancurkan
:
10 gram
·      Gula Merah
:
0,5 gram
·      Petis
:
0,5 gram
·      Bawang putih
:
0,1 gram
·      Sedikit air

Cara Membuat :
a)        Rebus semua sayur 2 menit, angkat tiriskan
b)        Membuat sambal pecel : Ulek bawang putih, masukkkan kacang tanah yang sudah digoreng dan dihancurkan, tambahkan air sedikit demi sedikit, ulek hingga halus dan tercampur, tambahkan petis dan gula merah, ulek hingga halus
c)         Siapkan cup kecil untuk sambal pecel, tata sayur rebus, dan hidangan siap disajikan
5)    Air Mineral = 250 ml
6)    Pepaya Potong = 100 gr = 46 kalori
d.        Peran Bahan Makanan pada Set Menu Sarapan secara Ilmiah Bagi Imunitas Tubuh
Berdasarkan bahan – bahan yang digunakan pada set menu sarapan terlihat kandungan gizi makronya sudah memenuhi 25% total kalori sehari. Sedangkan kandungan gizi mikro utamanya kaya akan vitamin A dan vitamin C yang berperan menjaga sistem imun terutama dalam kondisi pandemic covid-19 ini. Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin A dapat memicu respon imun dalam tubuh. Vitamin A akan dapat dengan mudah diabsorbsi oleh sel enteros ketika sudah dibentuk menjadi mixed micelles yang merupakan gabungan fosfolipid, kolesterol, asam lemak bebas, aminogliserol, lipofosfolipid dan garam empedu (Reboul, 2013).
Hasil metabolit aktif dari vitamin A yang disebut dengan asam retinoat diketahui dapat menghambat sekresi IL-12 melalui aktivasi makropag yang nantinya makropag ini berperan sebagai antigen presenting cell (APC). Asam retinoat juga dapat menghambat produksi sitokin yang dihasilkan oleh Th1 dan meningkatkan produksi sitokin yang dihasilkan oleh Th2. Sedangkan alltrans-RA dapat memicu produksi NO (nitrite oxide), meningkatan produksi interleukin (IL)-1, dan menghambat produksi tumor necrosis factor (TNF)-a (Lagos et al,2010). Hadirnya respon imun dipengaruhi oleh kemampuan sel efektor dan sel T regulator untuk homing ke lokasi infeksi atau luka. Disinilah asam retinoat berperan sebagai mediator dalam homing sel T melalui peningkatan ekspresi reseptor a4b7 dan CCR9 pada sel T CD4. Selain itu, sel dendritik pada usus (MLN dan payer’s patch) juga mengekspresikan enzim yang berguna untuk sintesis asam retinoat. Peran lain dari asam retinoat yaitu dapat menurunkan aktivitas Th1 dan memicu fungsi Th2 (Ross, 2012) juga dapat menginduksi terjadinya oral tolerance. Oral tolerance inilah yang mengendalikan agar makanan yang  kita makan sehari-hari berupa protein asing tidak menimbulkan respon imun berlebih dari sel-sel pertahanan lini pertama pada mukosa saluran pencernaan (Cassani et al, 2012).
Vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang berperan untuk menetralisir radikal bebas. Vitamin C dianggap sebagai antioksidan karena kemampuannya dalam mereduksi beberapa reaksi kimia, seperti mampu mereduksi spesies oksigen reaktif (SOR). Vitamin C juga merupakan pendonor elektron. Vitamin C smememiliki kemampuan untuk donor elektron sehingga vitamin C menjadi sangat efektif sebagai antioksidan karena vitamin C dapat dengan cepat memutus rantai reaksi SOR (Spesies Oksigen Reaktif) dan SNR (Spesies Nitrogen Reaktif) (Lim et al, 2016).
Pada set menu sarapan ini juga terdapat bahan – bahan makanan yang kaya akan zinc, seperti telur, kacang tanah dan kacang panjang. Pemberian zinc pada penelitian in vitro mendapatkan hasil peningkatan konsentrasi intraseluler Zn2+ dengan zinc ionophore seperti Pyrithione (PT) dapat menganggu replikasi virus corona secara efisien (National University of Singapore,2020). Zinc dapat mempengaruhi fungsi imun secara tidak langsung melalui peran sebagai kofaktor dalam pembentukan DNA, RNA, dan protein dalam meningkatkan pembelahan selular (Angraini and Ayu, 2014).
Pemanfaatan bawang putih sebagai bumbu pada beberapa menu sarapan ini juga dapat memberikan kontribusi dalam upaya menjaga imunitas tubuh. Penelitian Papu et al, 2014 menjelaskan bahwa bawang putih juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit potensial dan menjaga kesehatan melalui peningkatan monosit dan aktivitas fagositosis dan meningkatkan level antibodi (Eid & Iraqi, 2014).

2.              Set Menu Makan Siang
Disajikan untuk
:
1 orang
Total Kalori
:
646,6 kalori (Total Kalori dari set menu makan siang ini memenuhi sebesar 30% kalori dari AKG wanita dewasa usia 19 – 49 Tahun (645 –  675 kalori))

a.       Set Menu Makan Siang terdiri dari :
-
Nasi putih
-
Ikan Nila Bumbu Bali
-
Tahu bumbu rujak
-
Sayur asam Jakarta
-
Orange Peach drink
-
Es blewah.

b.      Kandungan Gizi Set Menu Makan Siang
No.
Menu
Berat (gr)
Kalori
Protein
Lemak
KH
Vit A
Vit C
1.
Nasi Putih
100
178
2,1
0,1
40,6
0
0
2.
Ikan Nila Bumbu Bali
100
180,7
17,6
9,7
4,9
3181,4
1,4
3.
Tahu bumbu rujak
50
79,5
4,4
5,8
4,4
14,1
0,3
4.
Sayur Asem Jakarta
100
129,9
5,1
2,8
24,9
1276,5
22,5
5.
Orange Peach Drink
250 ml
45,2
0,9
0,2
11,3
190
19,1
6.
Es Blewah
100
33,3
0,7
1,7
8,2
0
8
Jumlah
646,6
30,8
20,3
94,3
4662
51,3

c.       Resep dan Takaran saji dari masing – masing menu :
1)         Nasi Putih = 100 gram = 178 kalori
2)         Ikan Nila Bumbu Bali
Untuk
:
3 Porsi
1 Porsi
:
180,7 Kalori
Bahan
:


·      Ikan Nila
:
½ Kg Ikan Nila
·      Kunyit
:
2 cm
·      Garam
:
½ sdt
·      Jeruk Nipis
:
1 buah
·      Serai
:
 1 batang, memarkan
·      Air
:
375 cc
·      Kecap manis
:
3 sdm
·      Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
Cara Membuat :
a)        Lumuri ikan yang sudah bersih dengan kunyit , garam dan air jeruk nipis. Diamkan sebentar
b)        Panaskan Minyak goring, masukkan ikan dan goring sampai matang atau warnanya kuning keemasan, angkat dan sisihkan
c)         Tumis bumbu yang dihaluskan, masukkan serai, air dan kecap manis, aduk aduk hingga harum. Diamkan sebentar di atas api kecil sampai bumbu mengental dan berminyak
d)        Siram ikan dengan bumbu tersebut, siap disajikan

3)         Tahu Bumbu Rujak
Untuk
:
7 Porsi
1 Porsi
:
79,5Kalori
Bahan
:


·      Tahu
:
350 gr dipotong dadu
·      Daun jeruk purut
:
3 lembar
·      Serai
:
1 batang
·      Santan cair
:
500 ml
·      Air asam jawa
:
1 sdm
·      Minyak goreng
:
1 sdm
·      Gula Pasir
:
4 sdt
·      Garam
:
Secukupnya
Bumbu halus :
:

·      Bawang merah
:
6 siung
·      Cabe merah
:
5 buah
·      Kemiri
:
3 buah
·      Lengkuas
:
: ½ cm
·      Kunyit
:
1 cm
Cara Membuat :
a)        Tumis bumbu halus, daun jeruk dan serai hingga harum. Masukkan tahu dan aduk hingga tercampur rata dengan bumbu.
b)        Masukkan santan, garam, gula dan air asam, masak hingga santan mengental
c)         Siap disajikan dalam keadaan hangat

4)         Sayur Asam Jakarta
Untuk
:
5 Porsi
1 Porsi
:
129,9 Kalori
Bahan
:


Bahan
:


·      Jagung Kuning
:
3 buah, potong jadi 5
·      Kacang tanah
:
5 Sdm
·      Buah asam
:
3 sdm
·      Melinjo
:
3 sdm
·      Daun melinjo
:
15 lembar
·      Kacang panjang
:
15 gram
·      Gula
:
15 sdm
·      Gula Merah
:
30 gram
·      Daun Salam
:
3 lembar
·      Lengkuas
:
1 cm
·      Air secukupnya
·      Garam sesuai selera
Bumbu halus


·      Bawang Merah
:
10 siung
·      Bawang Putih
:
4 siung
·      Cabe keriting
:
7 buah
·      Terasi
:
Secukupnya
·      Kemiri
:
2 buah
Cara Membuat :
a)        Masak air hingga mendidih, masukan jagung, kacang tanah, buah asam dan melinjo hingga empuk
b)        Masukkan bumbu halus, tambahkan daun salam, lengkuas
c)         Tambahkan daun melinjo, kacang panjang, gula, garam, air asam. Masak hingga matang
d)        Cek rasa dan siap untuk disajikan

5)         Orange Peach drink
Untuk
:
1 Porsi
1 Porsi
:
45,2 Kalori
Bahan
:


·         Jeruk Orange Manis
:
1 buah, 50 gram
·         Jeruk Nipis
:
1 potong (1 sdm)

Cara Membuat : Peras jeruk orange dan jeruk nipis, aduk hingga tercampur, tambahkan es batu untuk sensasi yang menyegarkan, siap disajikan

6)         Es Blewah
Untuk
:
1 Porsi
1 Porsi
:
33,3 Kalori
Bahan
:


·      Blewah
:
100 gram
·      Sirup
:
10 gram
Cara Membuat :
a)        Potong Blewah berbentuk dadu, tata ke dalam gelas
b)        Tambahkan es batu bila suka
c)         Siram dengan sirup
d)        Es blewah siap disajikan

d.      Peran Bahan Makanan pada Set Menu Makan Siang Secara Ilmiah Bagi Imunitas Tubuh
Berdasarkan bahan – bahan yang digunakan pada set menu makan siang terlihat kandungan gizi makronya sudah memenuhi 30% total kalori sehari, sedangkan kandungan gizi mikro utamanya terlihat dari disediakannya minuman berupa jeruk yang kaya akan vitamin terutama vitamin C dan tersedianya es blewah yang kaya akan vitamin A dan C.
Pada set menu makan siang lauk berupa ikan sebagai sumber protein yang bernilai biologis tinggi penting disajikan. Protein diserap tubuh dalam bentuk asam amino misalnya arginine dan glutamin yang efektif dalam memelihara fungsi imun tubuh. Protein berperan dalam pembentukan  hormon,  enzim dan zat kekebalan tubuh (antibodi seperti leukosit, limfosit, immunoglobulin dan lain-lain yang merupakan sistem kekebalan tubuh terhadap serangan dari mikroorganisme penyebab penyakit. Limfosit  merupakan  sel  kunci dalam  sistem  imun.  Limfosit  merupakan sel yang  paling  dominan di dalam organ dan jaringan sistem imun. Salah  satu  komponen utama  sistem  imun  adalah  sel  T,  suatu bentuk  limfosit  yang  berfungsi  mencari jenis penyakit pathogen lalu merusaknya.  Apabila  seseorang  kurang mampu  menghasilkan limfosit untuk sistem imun, maka sel perlawanan infeksi yang dihasilkan  kurang cepat bereaksi dan kurang efektif (Anggraini dan Ayu, 2014).
Pada kondisi apapun, asupan protein harus terpenuhi karena selain berperan sebagai imunitas, protein berperan dalam transport zat gizi. Zat-zat gizi yang telah dicerna harus  diangkut menuju sel-sel tubuh untuk dapat dimanfaatkan. Pengangkutan zat-zat gizi tersebut sebagian besar dilakukan oleh protein, seperti lipoprotein yang berperan dalam mengangkut lipid dan bahan-bahan sejenis lipida, serta transferrin yang berperan mengangkut zat besi dan mangan. Hal ini menunjukkan bahwa apabila asupan protein kurang maka akan menggangu proses metabolism zat gizi lainnya (Anggraini dan Ayu, 2014).
Mengingat protein memiliki peran penting di dalam tubuh maka harus memperhatikan zat antigizi yang bereaksi dalam set menu ini. Pada menu sayuran terdapat kacang tanah dan kacang panjang selain sumber zinc yang penting dalam pertahanan imunitas, juga merupakan bahan makanan yang mengandung antitripsin. Antitripsin adalah senyawa protein yang sifatnya menghambat aktivitas enzim tripsin di saluran cerna. Enzim tripsin akan mengubah ukuran protein yang akan dicerna dari bentuk kompleks (besar) menjadi bentuk sederhana (kecil). Ketika enzim tripsin dan protein tersebut berinteraksi, maka pencernaan protein akan terganggu dan penyerapannya menjadi kurang optimal. Namun pada set menu ini zat antigizi ini sudah diminimalisir melalui proses pengolahan (perebusan) (Citra, 2012).
Pemanfaatan kunyit, sereh, jahe dan rempah – rempah lainnya sebagai bumbu pada beberapa menu makan siang ini juga dapat memberikan kontribusi dalam upaya menjaga imunitas tubuh. Rempah – rempah  diketahui  telah digunakan secara luas untuk berbagai pencegahan, pengobatan dan  penyembuhan  penyakit,  antara  lain  sebagai  antidiabetic, hypolipidemic, antiinflamatori, antidiare, hepatoprotective, antiasma dan  antikanker (Hakim, 2015).

3.              Set Menu Makan Malam
Disajikan untuk
:
1 orang
Total Kalori
:
572,16 kalori (Total Kalori dari set menu makan malam ini memenuhi sebesar 25% kalori dari AKG wanita dewasa usia 19 – 49 Tahun (537,5 – 562,5 kalori))

a.              Set Menu Makan Malam terdiri dari :
-
Siomay bumbu kacang
-
Nasi putih
-
Pan seared Chicken breast
-
tempe cinta
-
sayur capcay
-
sari melon
-
Buah Pir

b.             Kandungan Gizi Set Menu Makan Malam
No.
Menu
Berat (gr)
Kalori
Protein
Lemak
KH
Vit A
Vit C
1.
Siomay bb Kacang
40
58,9
1,8
1,4
9,5
40,5
0
2.
Nasi Putih
75
133,5
1,6
0,1
30,5
0
0
3.
Pan seared Chicken breast
50
193,6
9,6
15
5,2
559
1
4.
Tempe Cinta
50
102,1
9,2
5
6,5
1825
0,1
5.
Capcay
75
40,7
2
0,1
8,7
1185
17,8
6.
Sari Melon
250
15
0,3
0,2
6,4
18,5
5
7.
Buah Pir
50
29
0,2
0,2
7,5
45
2,5
Jumlah
572,8
24,7
22
74,3
3673
26,4

c.              Resep dan Takaran saji dari masing – masing menu :
1)      Siomay Bumbu kacang
Untuk
:
50 buah, 1 porsi isi 2 buah siomay
1 Porsi
:
58,9 Kalori
Bahan
:


·      Daging ayam giling
:
500 gr
·      Daun bawang
:
2 batang, iris kecil
·      Tepung Tapioka
:
5 sdm
·      Bawang putih
:
3 siung, haluskan
·      Garam
:
1 sdt
·      Merica
:
½ sdt
·      Gula Pasir
:
1,5 sdm
·      Kulit siomay
:
50 lembar
·      Wortel parut untuk toping
:
100 gr

Bahan bumbu kacang :
:

·      Kacang tanah
:
150 gr
·      Bawang putih
:
5 siung
·      Petis
:
10 gram
·      Gula Merah
:
20 gram

Cara Membuat bumbu kacang, haluskan semua bahan, tambahkan sedikit air hingga mendapatkan tekstur sesuai selera
Cara Membuat Siomay :
a)   Campur dan aduk rata semua bahan kecuali kulit siomay dan wortel parut
b)   Letakkan adonan siomay ke tengah kulit siomay, kemudia bentuk. Beri wortel parut di bagian atas siomay
c)    Kukus siomay dalam dandang yang sudah dipanaskan hingga matang selama ± 30 menit
d)   Siomay siap disajikan dengan bumbu kacang

2)      Nasi Putih = 75 gram = 133,5 kkal
3)      Pan Seared Chicken Breast
Untuk
:
1 Porsi
1 Porsi
:
193,6 Kalori
Bahan
:


·      Ayam bagian dada: 50 gram
:
50 gram
·      Bawang putih
:
2 siung, memarkan
·      Kecap Manis
:
1 sdm
·      Gula Pasir
:
1 sdt
·      Saos tomat
:
1 sdm
·      Air Jeruk Nipis
:
½ buah
·      Margarin
:
untuk memanggang
Cara Membuat
a)    Daging ayam yang sudah bersih beri perasan jeruk nipis, olesi dengan kecap manis, saos tomat dan bawang putih,
tambahkan gula pasir, diamkan beberapa saat 5 – 10 menit
b)   Panaskan margarin di Teflon, letakkan daging ayam yang sudah dilumuri bumbu
c)    Balik setiap 5 menit, diamkan hingga matang
d)   Pan Seared Chicken Breast siap disajikan

4)      Tempe Cinta
Untuk
:
1 Porsi
1 Porsi
:
102,1 Kalori
Bahan
:


·      Tempe
:
50 gram cetak bentuk love
·      Bawang putih
:
1 siung, memarkan
·      Kunyit
:
0,1 gr (sangat sedikit)
·      Minyak Goreng
:
5 gram
·      Garam
:
¼ sdt
Cara Membuat :
a)         Panaskan Minyak, goring tempe hingga setengah matang
b)         Ulek bawang putih, kunyit dan garam, beri sedikit air, siram ke minyak di dalam wajan yang sedang menggoreng tempe
c)          Tunggu tempe berwarna keemasan
d)         Angkat, tiriskan, siap disajikan

5)      Capcay
Untuk
:
5 Porsi
1 Porsi
:
40,7 kalori
Bahan
:


·      Udang
:
250 gram
·      Sawi
:
250 gram
·      Kembang Kol
:
250 gram
·      Wortel
:
50 gram
·      Air
:
50 ml
·      Tepung Maizena
:
1 sdm
·      Bawang bombai
:
1 buah, cincang kasar
·      Bawang putih
:
3 buah, geprek
·      Saus tiram
:
 2 sdm
·      Garam
:
1 sdt
·      Gula Pasir
:
1 sdt
·      Merica bubuk
:
½ sdt
·      Minyak goreng secukupnya untuk menumis
Cara Membuat :
a)         Rebus sayuran setengah matang, sisihkan
b)         Tumis bumbu – bumbu hingga harum, masukkan udang masak hingga memerah aduk – aduk.
c)          Tambahkan air dan perasa seperti saus tiram, gula garam dan merica, masukkan sayuran, aduk rata
d)         Masak hingga matang, cek rasa lalu siap disajikan

6)      Sari Melon
Untuk
:
1 Porsi
1 Porsi
:
15 kalori
Bahan
:


·      Buah Melon
:
50 gram, haluskan
·      Sirup Melon
:
1 sdm
·      Air secukupnya


Cara membuat :
a)      Buah Melon dihaluskan,saring, tambahkan sirup melon kemudian ditambahkan air hingga 250 ml
b)      Beri es jika suka, siap disajikan

7)      Buah Pir = 50 gram = 29 kalori

d.             Peran Bahan Makanan pada Set Menu Makan Malam Secara Ilmiah Bagi Imunitas Tubuh
Berdasarkan bahan – bahan yang digunakan pada set menu makan malam terlihat kandungan gizi makronya sudah memenuhi 25% total kalori sehari. Pada set menu  makan malam hari disediakan jenis sayuran yang beragam. Hal ini bertujuan sebagai upaya memanfaatkan makanan sebagai sumber fitonutrisi. Mengonsumsi makanan sumber fitonutrisi secara rutin terbukti dapat meningkatkan kualitas kesehatan secara signifikan, menurunkan risiko seluruh jenis kanker, memperpanjang usia, dan meningkatkan daya tahan tubuh (Ongko, 2016).
Set menu makan malam disusun sama halnya dengan set menu pagi dan siang hari, sehingga interaksi dan manfaatnya tidak jauh berbeda dengan penjelasan sebelumnya. Perbedaan penyusunan menu malam hari ada pada pengurangan kalori seperti nasi yang disajikan lebih sedikit bertujuan agar menyeimbangkan jumlah makanan dan energy yang dikeluarkan. Makan malam di atas jam 8 dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan karena pada jam tersebut sistem pencernaan dalam fase istirahat. Pada fase ini sistem pencernaan berjalan secara lambat dan dapat menimbulkan penumpukan lemak abdominal (Asosiaasi Keluarga Gizi, 2012).


Referensi :
Angraini, D.I. and Ayu, P.R., 2014. The Relationship Between Nutritional Status and Immunonutrition Intake with Immunity Status. JUKE, 4(8), pp.158-165.
Asosiasi Keluarga Gizi, 2012. Buletin Anak Gizi (Bagi). Diakses melalui : https://akg.fkm.ui.ac.id/wp-content/uploads/2014/12/BAGI-2013-2.pdf
Citra A, 2012. Zat Anti Gizi Protein. Artikel Indonesia Fitness Trainer Association. diakses melalui https://www.apki.or.id
Cassani B., Villablanca BJ., Calisto JD., Wang S., Mora JR. 2012. Vitamin A and immune regulation: Role of retinoic acid in gutassociated dendritic cell education, immune protection and Tolerance. Mol Aspects Med. 33(1):63–76.
Eid, K. M., & Iraqi, M. M., 2014, Effect of garlic powder on growth performance and immune response for newcastle and avian influenza virus diseases in broiler of chickens. 2nd International Conference On Biotechnology Applications In Agriculture (ICBAA), Benha University, Moshtohor and Hurghada, 8-12, April 2014, Egypt.
Hakim, L, 2015. Rempah & Herba Kebun Pekarangan Rumah Masyarakat : Keragaman Sumber Fitofarmaka dan Wisata Kesehatan Kebugaran. Diandra Pustaka Indonesia, e-book : Yogyakarta
Kementerian Kesehatan RI, 2019.Angka Kecukupan Gizi
Kementerian Kesehatan RI, 2014.Pedoman Gizi Seimbang
Lagos KP., Guo Y., Noelle R.J. 2010.Retinoic acid: A key player in immunity. Biofactors. 36(6): 1-13.
Lim, Jae Y, Kim, B.R et al, 2016. Vitamin C induces apoptosis in AGS cells via production of ROS of mitochondria. Incology Letters, 12(5), 4270-4276
National University of Singapore,2020. COVID-19 Science Report: Therapeutics.Saw Swee Hock School of Public Health
Ongko J, 2016. WE ARE WHAT WE EAT“Sudahkan Anda memilih dengan benar? Edaran Ketiga: Mei 2016.PT.Lagizi Karya Indonesia : Jakarta
Papu, S., Jalvlr, S., Sweta, S., dan Singh, B.R. 2014, Medicinal values of garlic (Allium sativum L.) in human life: An overview. Greener Journal of Agricultural Sciences, 4 (6): 265-280.
PDGKI, 2020. Protokol Klinis dan Panduan Penyusunan Menu untuk ODP, PDP, Pasien COVID-19 dan Nakes, Panduan Praktis Penatalaksanaan Nutrisi Covid-19. Versi 1 Maret 2020
Reboul, E. 2013. Absorption of Vitamin A and Carotenoids by the Enterocyte: Focus on Transport Proteins. Nutrients. 5:3563-3581
Ross AC. 2012. Vitamin A and retinoic acid in T cell–related immunity. Am J Clin Nutr. 96(l):1166S–72S.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar