Jumat, 15 Mei 2020

PENERAPAN GIZI SEIMBANG DALAM MENU MAKAN SEHARI UNTUK MENJAGA DAN MENINGKATKAN SISTEM IMUN TUBUH

PENERAPAN GIZI SEIMBANG DALAM MENU MAKAN SEHARI

 UNTUK MENJAGA DAN MENINGKATKAN SISTEM IMUN TUBUH

Nama           : Nur Sitra Buamona

Nim              : S531908045

Institusi      : Pascasarjana Program Studi Ilmu Gizi
                    Peminatan Human Nutrition A
                    Universitas Sebelas Maret Surakarta

                            

 

Pandemi Covid-19 pada saat ini sedang melanda masyarakat dunia khususnya Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat, mulai dari work form home, menjaga jarak dan juga penerapan pola hidup bersih dan sehat dengan gizi seimbang agar bisa meningkatkan system imun. Sistem imun (immune system) atau sistem kekebalan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, meniadakan kerja toksin dan faktor virulen lainnya yang bersifat antigenik dan imunogenik (Baratawidjaja,2006)

Salah satu peranan penting dari vitamin dan mineral tersebut yaitu dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang sehat. sebagian besar vitamin dan seluruh mineral tidak dapat disintesa oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan terutama buah, sayur dan pangan hewani. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral ini maka diperlukan konsumsi makanan yang seimbang dan beraga (Siswanto, 2013)

Gizi seimbang adalah Konsumsi makan sehari- hari harus mengandung zat gizi dalam jenis  dan jumlah (porsi) yang sesuai dengan kebutuhan setiap orang atau kelompok umur. Konsumsi makanan harus memperhatikan prinsip 4 pilar yaitu keanekaragam pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik dan mempertahankan berat badan normal.  Konsep gizi seimbang harus terpenuhi unsur-unsur gizi lengkap (Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin,  mineral, air dan serat. Dalam jumlah yang cukup tidak berlebihan dan tidak kekurangan dan sesuai kebutuhan tubuh. 

Gambaran konsumsi gizi seimbang terdapat pada slogan “Isi Piringku” yang menggantikan prinsip 4 sehat 5 sempurna dikarenakan slogan tersebut sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu dan permasalahan gizi pada saat ini.

Gambar.             Isi piringku

Berikut ini adalah adalah beberapa contoh menu yang dilengkapi dengan resep, cara pembuatan dan kandungan gizi didalamnya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari -  hari. Menu ini disusun berdasarkan perhitungan angka kecukupan gizi (Angka Kecukupan Gizi ). AKG adalah  suatu nilai yang menunjukkan kebutuhan rata-rata zat gizi tertentu yang harus dipenuhi setiap hari bagi hampir semua orang dengan karakteristik tertentu yang meliputi umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis, untuk hidup sehat

Menu ini disusun menurut angka kecukupan gizi 2019 pada remaja laki-laki usia 13 – 15 tahun dengan angka kecukupan energi sebanyak 2400 kcal, protein 70 g, lemak 80 g, dan karbohidrat sebanyak 350 g. sedangkan untuk kecukupanan gizi mikromineral vitamin A 600 RE, Vitamin C 75 g, Zinc 11 mg , Fe 11 mg.


A.   SET MENU PAGI

1.     Makanan Pokok                      : Nasi

2.    Lauk                                       : Ikan Masak Kering

3.    Sayur                                      : Sawi hijau tumis telur

4.    Buah                                       : Semangka

5.    Minum                                     :Jeruk Peras

 


Bahan – bahan

1.   Nasi

a.  Beras 50 gr

b.  Air 100 ml

2. Ikan Masak kering

a.    Ikan tongkol 2 potong

b.    santan kelapa (santan dan air) 100 ml

c.    Bawang merah 2 siung  

d.    Bawang putih 1 siung

e.    ½ ruas jahe

f.    ½ ruas laos

g.    Garam secukupnya

h.    Gula aren 30 gram / 2 sdm

  Catatan : Bawang merah, bawang putih, ½ ruas jahe, ½ ruas laos diblender  hingga halus.

3.  Sawi Hijau tumis telur

a.   Sawi hijau 75 gram / 1 mangkuk kecil

b.   Telur ayam 60 gram / 1 butir

c.   Bawang putih  / 1 siung

d.   Bawang merah  /1 siung

e.   Garam secukupnya

f.    Minyak goreng secukupnya (untuk menumis)

4.  Buah semangka

a.   Semangka 150 gram

5.  Jeruk peras

a.  Jeruk manis 100 gram / 1 buah sedang

b.  Air secukupnya


Cara Pembuatan :

1.   Nasi

                    a.   Cuci bersih beras
                    b.   Masak beras dengan air bersih di penanak nasi (hingga matang)
                    c.    Nasi siap disajikan

2.   Ikan Masak Kering

                    a.   Bersihkan ikan tongkol, lumuri dengan jeruk nipis untuk menghilangkan bau                                  amis, Sisihkan.
                    b.   Panaskan minyak, masukkan bumbu yang telah dihaluskan (tumis hingga                                      harum)
                    c.    Masukkan santan, aduk hingga mendidih agar santan tidak pecah
                    d.    Masukkan gula aren dan garam, aduk terus hingg mengental
                    e.    Masukkan ikan tongkol, aduk terus hingga matang dan bumbu meresap                                f.     Setelah matang, angkat dan siap disajikan

3.   Sayur sawi tumis telur

 a.   Siapkan sayur, cuci bersih kemudian dipotong, sisihkan.

 b.   Cincang halus bawang putih dan bawang merah.

 c.   Pecahkan telur dalam wadah,sisihkan

 d.  Panaskan minyak goreng, masukkan bumbu yang telah dihaluskan, tumis hingga    harum

e.  Sisihkan bumbu ke pinggir wajan,lalu masukkan telur.

f.    Telur yang dimasukkan diorak arik hingga matang,

g.    Masukkan sawi hijau, aduk bersama dengan bumbu halus dan telur

h.    Tumis hingga matang, angkat dan siap disajikan


4.  Buah semangka

a.    Cuci bersih buah semangka

b.    Belah semangka menjadi beberapa  bagian

c.    Buah semangka siap disajikan

5.  Jeruk peras

a.    Siapkan jeruk, cuci bersih

b.    Potong menjadi dua bagian

c.    Peras jeruk menggunakan alat peras buah

d.    Tambahkan air secukupnya, kemudian diaduk

e.    Jeruk peras siap disajikan

 

 

Informasi Kandungan Gizi dan Penjelasan Pada Set Menu Makanan Pagi


            -   Nilai Gizi pada set menu pagi :

Energi (kkal)

Protein (g)

Lemak (g)

Karbohidrat (g)

Vit. A (RE)

Vit. C (mg)

Fe (mg)

Zinc (mg)

781,5

36,1

27,1

104,5

908,3

49,8

27,9

3,1

 

Pada set menu makanan pagi  yang terdiri dari nasi sebagai makanan pokok dan sumber karbohidrat, ikan sebagai lauk pauk dan juga salah satu sumber protein, sayur sawi hijau sebagai sumber vitamin A dengan penambahan telur sebagai sumber protein, buah semangka sumber serat dan vitamin dan minuman jeruk peras sebagai sumber vitamin C.  menu makan pagi ini sudah sesuai dengan kaidah isi  piringku untuk setiap kali makan yaitu terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran dan buah – buahan dan juga sudah sesuai dengan gizi seimbang.
Untuk menjaga system imun, maka dibutuhkan peran zat gizi makro dan mikro. Protein pada ikan dan juga telur adalah zat gizi makro yang mempunyai peran penting dalam kekebalan tubuh. Protein berperan dalam pembentukan hormon, enzim dan zat kekebalan tubuh (antibodi seperti leukosit, limfosit, imunoglobulin dan lain-lain) yang merupakan system kekebalan tubuh terhadap serangan darimikroorganisme penyebab penyakit. .Konsumsi protein yang kurang akan mempengaruhi status kekebalan tubuh karena berhubungan dengan jumlah kerusakan dan fungsi imun seluler, serta penurunan respons antibody (Fatimah, 2006).

Pada set menu makan pagi ini juga terdapat vitamin A yang cukup tinggi yang terkandung dalam 75 gram sayur sawi hijau yaitu 227 µg p. Vitamin  A selain mempunyai peranan penting pada imunitas non-spesifik, juga berperan pada imunitas seluler. Dalam bekerja imunitas seluler melibatkan sel darah putih baik mononuklear maupun polinuklear, serta sel NK (natural killer). Sel sel ini berperan sebagai sel yang menangkap antigen, mengolah dan selanjutnya mempresentasikan ke sel T, yang dikenal sebagai sel penyaji atau APC (antigen presenting cell) dan selanjutnya memacu produksi sitokin dan pada akhirnya meningkatkan produksi sel B dan antibody (Siswanto, 2013)

Selain Vitamin A, Vitamin C yang terdapat pada jeruk peras juga berfungsi sebagai antioksidan karena kemampuannya dalam mereduksi beberapa reaksi kimia, salah satunya vitamin C mampu mereduksi spesies oksigen reaktif (SOR). Vitamin C juga mempunyai peran sebagai donor elektron. Kemampuan vitamin C sebagai donor elektron membuat vitamin C menjadi sangat efektif sebagai antioksidan karena vitamin C dapat dengan cepat memutus rantai reaksi SOR (Spesies Oksigen Reaktif) dan SNR (Spesies Nitrogen Reaktif). Peran vitamin C di dalam sistem imun terkait erat dengan peran vitamin C sebagai antioksidan. Oleh karena vitamin C mudah mendonorkan elektronnya ke radikal bebas maka sel-sel termasuk sel imun terlindung dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas (Almatsier, 2006)

 

B.    SET MENU SIANG

1.   Makanan Pokok          : Nasi putih

2.  Lauk hewani               : Sate ikan saus kacang & Ayam bumbu kuning

3.  Sayur                        : Tumis buncis

4.  Buah                         : Duku

5.  Minum                       :Air putih


Bahan – bahan Set Menu Siang

1.  Nasi Putih

a.    Beras 50 gr

b.    Air 100 ml

2.  Sate Ikan saus kacang

a.    Ikan tongkol 2 potong / 120 gram

b.    Jeruk limau ½ buah

c.    Kecap asin 1 sdm

d.    Gula aren 45 gram

e.    Ketumbar bubuk 1 sdm

f.    Kacang tanah 5 sdm / 50 gram

g.    Bawang putih 1 siung

h.    Bawang merah 2 siung

i.     Cabai besar 1 buah

j.     Kemiri 1 butir

k.    Gula pasir 1 sdm

l.     Air matang secukupnya

m.   Minyak goreng secukupnya

       Catatan : Jeruk limau dan kecap asin ( Untuk marinasi daging ikan)

              Semua bumbu dan kacang di diblender hingga halus ( Untuk saus                       kacang)

3.   Ayam Bumbu Kuning

a.    Ayam 1 potong / 60 gram ( bagian dada )

b.    Bawang merah 2 siung

c.    Bawang putih 2 siung

d.    Kunyit 1 ruas

e.    Lengkuas ½ ruas

f.    Ketumbar bubuk secukupnya

g.    Air secukupnya

h.    Garam secukupnya

i.      Minyak goreng (untuk menumis)

4.  Tumis buncis

a.    Sayur buncis 100 gram

b.    Bawang putih 2 siung

c.    Bawang merah 2 siung

d.    Minyak goreng secukupnya

5.  Buah Duku

     a.    Buah Duku 100 gram


Cara membuat :

1.   Nasi

a.    Cuci bersih beras

b.    Masak beras dengan air bersih di penanak nasi (hingga matang)

c.    Nasi siap disajikan

2.  Sate Ikan Saus kacang

a.  Bersihkan ikan,  kemudian potong kecil kecil (ukuran sate) beri perasan jeruk     limau, diamkan 5 menit

b.  Setelah itu, cuci bersih ikan dan marinasi dengan kecap asin, sisihkan .

c. Siapkan tusukan sate,  ikan yang telah dimarinasi kemudian ditusuk dengan tusukan sate.

d.  Siapkan panggangan, sate dipanggang hingga matang. Sisihkan

e.  Haluskan kacang, bawang merah, bawang putih, kemiri dan air (diblender)

f.   Panaskan minyak , tumis bumbu yang telah halus hingga harum

g.  Masukkan kecap, gula merah, dan sedikit air

h.  Diaduk terus hingga berminyak dan matang

i.   Saus kacang siap dicampurkan dengan sate ikan yang telah matang

3.   Ayam Bumbu Kuning

a.   Cuci bersih ayam, kemudian potong jadi beberapa bagian. Sisihkan.

b.  Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit dan lengkuas

c.  Panaskan minyak, masukkan bumbu yang telah dihaluskan kemudian tumis hingga  harum

d.  Masukkan ayam, aduk hingga tercampur rata dengan bumbu

e.  Masukkan air secukupnya sambil diaduk ( biarkan hingga mendidih dan dan bumbu meresap

f.    Masukkan garam dan ketumbar (sambil diaduk) hingga matang

g.   Setelah matang, angkat dan sajikan

 

4.   Tumis Buncis

a.   Cuci bersih buncis, potong sesuai selera. Sisihkan

b.   Cincang halus bawang putih dan bawang merah

c.  Panaskan minyak, kemudian tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum

d.   Masukkan sayur buncis, aduk rata

e.   Masukkan garam, aduk hingga matang

f.    Sayur buncis siap disajikan

5.    Buah

a.    Siapkan buah duku, cuci bersih di air mengalir

b.    Buah siap disajikan

 

Informasi Kandungan Gizi dan Penjelasan Pada Set Menu Makanan Siang


-  Nilai Gizi pada set menu siang  :

Energi (kkal)

Protein (g)

Lemak (g)

Karbohidrat (g)

Vit. A (RE)

Vit. C (mg)

Fe (mg)

Zinc (mg)

724.0

47.1

35.1

57.1

104,2

11.2

4.2

3,3

 

Pada set menu makanan siang  yang terdiri dari nasi sebagai makanan pokok dan sumber karbohidrat, lauk pauk yang terdiri dari ikan dan ayam,  sayuran seperti  buncis dan buah duku. Menu makan siang yang disusun sudah sesuai dengan gizi seimbang yaitu setiap kali makan terdapat makanan pokok, lauk –pauk, sayur-sayuran dan juga buah.

Ikan dan ayam sebagai lauk pauk adalah sumber protein, berdasarkan penelitian Anggraini, 2014 asupan protein yang kurang memiliki risiko 4,09 kali lebih tinggi untuk memiliki angka limfosit yang rendah. adalah Limfosit merupakan sel kunci dalam sistem imun. Limfosit adalah sel yang paling dominan di dalam organ dan jaringan sistem imun. Lokasi limfosit T adalah pada lien dan kelenjar limfa yaitu pada masing-masing daerah periarterioler, parakortikal dan perifolikuler. Kerusakan membran pada sel limfosit, yang antara lain dapat disebabkan oleh senyawa-senyawa radikal, berdampak pada penurunan responnya, antara lain penurunan proliferasi limfosit. Proliferasi limfosit merupakan penanda adanya fase aktivasi dari respon imun tubuh.

Buncis (Phaseolus vulgaris linn) salah satu sayuran kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Buncis juga dapat  menjaga daya tahan tubuh dikarenakanan adanya aktivitas antioksidan pada Phaseolus vulgaris linn dapat memberikan tindakan protektif terhadap peroksidasi lipid dan untuk meningkatkan pengaruhnya terhadap pertahanan antioksidan seluler. Kandungan senyawa flavonoid, seperti kuersetin, memiliki peranan penting sebagai antioksidan.Senyawa flavonoid dapat berperan sebagai antioksidan yang berfungsi untuk melindungi sel ß-pankreas dari kerusakan akibat radikal bebas (Oktaviasari, 2018).
Buah langsat (Lansium domesticum Varr). L.domesticum dilaporkan mengandung senyawa

triterpenoid glikosida, tetranortepenoid,  onoceranoid seperti lansic acid, golongan flavonoid maupun fenolik yang berungsi sebagai antioksidan (Klungsupya ., 2015).

Air mineral merupakan unsur gizi yang sama pentingnya dengan karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.Tubuh membutuhkan air mineral untuk dikonsumsi sebanyak 1 sampai 2,5 liter atau setara dengan 6-8 gelas setiap harinya. Mengkonsumsi air mineral yang baik dan cukup bagi tubuh dapat membantu proses pencernaan, mengatur metabolisme, mengatur zat-zat makanan dalam tubuh dan mengatur keseimbangan tubuh (Sari, 2014)


 

C.    SET MENU MALAM

1.      Makanan Pokok     : Nasi putih

2.     Lauk                      : Ikan Bumbu Kuning dan Tahu tumis kecap

3.     Sayur                     : Daun singkong kuah santan

4.     Buah                      : Pisang  

5.     Minum                    : Jus Buah naga 



Bahan – bahan Set Menu Malam

1.   Nasi

a.    Beras 50 gr

b.    Air 100 ml

2.   Ikan bumbu kuning

a.      Ikan tongkol 75 gram

b.     Bawang merah 2 siung

c.      Bawang putih 2 siung

d.     Kunyit 1 ruas

e.      Lengkuas ½ ruas

f.      Ketumbar bubuk secukupnya

g.      Air secukupnya

h.     Garam secukupnya

i.       Minyak goreng (untuk menumis)

3.   Tumis tahu

a.      Tahu 45 gram

b.     Bawang putih 1 siung

c.      Bawang merah 2 siung

d.     Kecap  manis 2 sdm

e.      Minyak secukupnya 

f.      Air secukupnya

4.   Daun singkong kuah santan

a.    Daun singkong 100 gram

b.    Santan 100 ml ( santan + air )

c.    Bawang putih 2 siung

d.    Bawang merah 2 siung

e.    Cabai merah 1 buah

f.    Garam secukupnya

g.    Minyak secukupnya ( untuk menumis )

5.   Buah pisang

a.    Buah pisang 60 gram

 

Cara Pembuatan Set Menu Malam 

1.   Nasi

a.    Cuci bersih beras

b.    Masak beras dengan air bersih di penanak nasi (hingga matang)

c.    Nasi siap disajikan

2.  Ikan Bumbu kuning

a.   Cuci bersih ikan, kemudian potong jadi beberapa bagian. Sisihkan.

b.   Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit dan lengkuas

c.  Panaskan minyak, masukkan bumbu yang telah dihaluskan kemudian tumis hingga harum

d.  Masukkan ikan, aduk hingga tercampur rata dengan bumbu

e.  Masukkan air secukupnya sambil diaduk ( biarkan hingga mendidih dan dan bumbu meresap

f.   Masukkan garam dan ketumbar (sambil diaduk) hingga matang

g.  Setelah matang, angkat dan sajikan

 

3.  Tahu Tumis kecap

a.  Siapkan tahu, potong ukuran dadu. Sisihkan.

b.  Haluskan bawang putih dan bawang merah

c.  Panaskan minyak, masukkan bawang putih dan bawang merah kemudian tumis hingga harum

d. Masukkan tahu yang telah dipotong kedalam wajan, aduk merata hingga matang.

e.    Masukkan kecap dan garam

f.    Tahu tumis kecap siap disajikan

4.   Sayur daun singkong kuah santan

a.    Cuci daun singkong hingga bersih

b.    Siapkan panci berisi air untuk merebus daun singkong. Daun singkong yang telah matang, kemudian dipotong kasar

c.    Haluskan bawang putih, bawang merah dan cabai

d.    Panaskan minyak, masukkan bumbu yang telah halus tumis hingga harum

e.    Masukkan santan, tuang secara perlahan sembari diaduk agar santan tidak pecah

f.  Setelah mendidih, masukkan daun singkong yang telah dipotong kasar kedalam wajan sambil terus diaduk

g.    Tambahkan garam, aduk teru hingga matang

h.    Sayur daun singkong siap disajikan

5.   Buah pisang

a.  Siapkan buah pisang sebanyak 3 buah,bersihkan kulit pisang dari kotoran yang menempel

b.  Buah pisang siap disajikan

6.  Jus buah naga

a.  Cuci buah naga dan kupas kulitnya lalu kemudian dipotong kecil

b.  Masukkan buah naga yang telah dipotong bersamaan dengan air dan gula cair ke dalam blender (diblender hingga halus)

c.  Tuang ke dalam gelas, jus buah naga siap disajikan  

 

 

Informasi Kandungan Gizi dan Penjelasan Pada Set Menu Makanan Malam


    - Nilai Gizi pada set menu malam  :

Energi (kkal)

Protein (g)

Lemak (g)

Karbohidrat (g)

Vit. C (mg)

Fe (mg)

Zinc (mg)

635

31,8

26,8

71,0

37,7

7,6

2,5

 

 

 

Pada set menu makanan malam  yang terdiri dari nasi sebagai makanan pokok dan sumber karbohidrat, lauk pauk yang terdiri dari ikan dan tahu,  sayuran seperti  daun singkon santan dan buah pisang dan dilengkapi dengan jus  buah naga. Menu makan siang yang disusun sudah sesuai dengan gizi seimbang yaitu setiap kali makan terdapat makanan pokok, lauk –pauk, sayur-sayuran dan juga buah.

Dalam memenuhi kebutuhan tubuh akan Zn dan Fe kombinasi konsumsi makanan hewani dan nabati perlu dilakukan ( Mulyaningsih, 2009) . Hal ini terlihat pada menu makan malam yang tertera diatas terdapat lauk hewani yaitu ikan dan lauk nabati yaitu tahu. Defisiensi Zn dan Fe dapat terjadi apabila asupan Zn dan Fe ke dalam tubuh tidak memenuhi kebutuhan harian tubuh. Kelompok orang yang paling rentan mengalami defisiensi Zn dan Fe adalah anak masa pertumbuhan, masa produktif, masa kehamilan dan masa penyembuhan. Kelebihan asupan Zn dalam tubuh (>100 mg/hari)  juga berbahaya karena dapat menyebabkan toksisitas, seperti penurunan sistem imunitas,  Demikian juga dengan Fe, masukan >60 mg/kg berat badan  akan menimbulkan toksisitas.

Selain sebagai sumber serat, sayur singkong pada menu makan malam ini juga memiliki banyak manfaat di dunia kesehatan karena memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi (sekitar 27,5%), senyawa organik flavonoid, triterpenoid, tanin serta saponin. Dimana konsumsi vitamin C sangat bermanfaat dalam proses penyembuhan luka karena dapat mempengaruhi tingkat keparahan respon inflamasi dan kualitas penyembuhan. (Yendrawati, 2006)

Beberapa vitamin dan mineral mempunyai peran sebagai antioksidan yang sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia diantaranya adalah vitamin A, vitamin E, vitamin C, selenium, zat besi dan zinc. Zat gizi ini diperlukan dalam sistem pertahanan tubuh karena perannya sebagai zat gizi antioksidan (Siswanto, 2013)


Penutup

Asupan zat gizi yang dibutuhkan oleh seseorang seperti asupan protein, vitamin A, vitamin C dan beberapa zat gizi lain yang berperan dalam fungsi imunitas tubuh. Zat-zat gizi tersebut, saat ini dikenal sebagai imunonutrisi, yaitu kumpulan zat-zat gizi tertentu atau substansi makanan spesifik yang dikonsumsi dalam jumlah tertentu dalam diet yang memiliki kemampuanmemodulasi dan memperbaiki respon imun. Immunonutrisi merupakan kumpulan zat gizi spesifik seperti protein (khususnya arginin dan glutamin), nukleotida, asam lemak omega-3, antioksidan (vitamin A, vitamin C, dan vitamin E) dan mineral (zink) yang diberikan sendiri ataupun bersama-sama, memiliki pengaruh terhadap parameter imunologik dan inflamasi yang telah terbukti secara klinis dan laboratorik. (Siswanto,2013)




 DAFTAR PUSTAKA

 

Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta:.Gramedia Pustaka Utama, 2006.

Anggraini DI., Ayu RP. 2014. Relationship Between Nutritional Status and Immunonutrition Intake. JUKE. Volume 4 Nomor 8. September.

Baratawidjaja. Immunologi Dasar. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006.

Fatmah. 2006.Respon imunitas yang rendah pada tubuh manusia lanjut usia. Jurnal Makara                 Kesehatan.  10(1):47-53.)

Klungsupya, P., Suthepakul, N., Muangman, T., Rerk. Am, U., Thongdon., A, J., 2015.  Determination of Free Radical Scavenging, Antioxidative DNA Damage Activities and  Phytochemical Components of Active Fractions from Lansium domest icum Corr.  Fruit.  Nutrients 7 , 6852 –6873.

Kemenkes RI. 2014. Buku Foto Bahan Makanan. Tim Survei Konsumsi Makanan Individu

Li W, Maeda N, Beck MA. 2006.. Vitamin C deficiency increases the lung pathology of influenza.                   virusinfectedgulo-/- mice. J Nutr.;136: 2611-16.

Menkes RI. 2019. Permenkes No 28 Tahun 2019 Tentang  Angka Kecukupan Gizi.

Mien K, Et Al. 2009. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (Tkpi). PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Oktaviasari ID., Wirjatmadi B., Purwanto B.2018. Pengaruh Pemberian Jus Buncis (Phaseolus Vulgaris            Linn) Terhadap Kadar MDA Model Stres Psikologis. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma 7(2)         : 141-148, September

Siswanto., Budisetyawati., Ernawati F.2013, Peran beberapa zat gizi mikro. Jurnal Gizi Indonesia 36(1):57-64.

Yendriwati.  2006. Kebutuhan vitamin C dan pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh dan rongga mulut. Dentika Dental Journal ; II(1): 78-83.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar