Jumat, 15 Mei 2020

MENU MAKANAN SEHAT SATU HARI UNTUK MENJAGA IMUNITAS TUBUH


Nama : Riska Rusydi

NIM   : S531908049

Pascasarjana Ilmu Gizi - Human Nutrition

Universitas Sebelas Maret


MENU MAKANAN SEHAT SATU HARI UNTUK MENJAGA IMUNITAS TUBUH

Angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia adalah suatu ketetapan nilai atau angka yang menunjukkan kebutuhan rata-rata zat gizi tertentu yang harus dipenuhi setiap hari bagi hampir semua orang dengan karakteristik tertentu yang meliputi umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan konsisi fisiologis untuk menciptakan hidup sehat.1 Dibawah ini ada beberapa contoh makanan yang dapat diterapkan pada kehidupan  sehari-hari dilengkapi dengan nilai gizi yang terkandung didalamnya.

 

1.    
Menu Sarapan Pagi

               


a. Daftar nama menu : 

Ø  Nasi Goreng Padang

Ø  Telur Dadar Gulung

Ø  Sayur Mentimun Tomat

Ø  Buah Pisang

Ø  Teh Manis

 

    

b.     b. Nilai Gizi

Energi (kal)

Protein (g)

Lemak (g)

Karbohidrat (g)

Vit. C (mg)

Fe (mg)

583,1

12,9

16,3

97,6

19,2

1,7

 

c.       c. Resep Menu

Ø Nasi Goreng Padang

Bahan -  Bahan

Cara Membuat

·      100 gram nasi putih yang tidak lengket

·      1 batang daun bawang, cincang halus

·      1 batang salederi, cincang halus

·      3 siung bawang merah, haluskan

·      1 siung bawang putih, haluskan

·      2 sdm kecap manis

·      ½ sdm cabe merah giling

·      Minyak goreng secukupnya

·      Garam secukupnya

 

1. Tumis bawang merah, putih, dan cabe merah yang telah dihaluskan hingga hingga wangi

2.  Masukkan daun bawang dan saledri yang telah dicincang halus hingga layu.

3.   Masukkan nasi, aduk hingga rata

4. Masukkan kecap, dan garam lalu aduk kembali hingga tercampur sempurna.

5. Angkat, dan nasi goreng siap dihidangkan.

 

Ø Telur Dadar Gulung

Bahan -  Bahan

Cara Membuat

·         1 butir telur ayam

·         2 siung bawang merah, haluskan

·         1 siung bawang putih, haluskan

·         Garam secukupnya

·         Minyak goreng secukupnya

 

1.    Masukkan telur, bawang merah dan putih yang telah dihaluskan dan tambahkan sedikit garam lalu kocong

2.    Manaskan minyak di teflon

3.    Lalu bagi adonan telur menjadi 3 bagian

4. Masak satu bagian dengan teflon lalu diamkan sebentar hingga agak kecoklatan dan gulung perlahan.

5.    Setelahnya masukkan bagian telur kedua diamkan kembali lalu gulung dengan telur bagian satu yan telah masak tadi. Lakukan hingga telur bagian tiga.

6. Setelah tergulung semua menjadi satu, angkat dan tiriskan.

7.  Potong telur sesuai keinginan dan siap dihidangkan.

 

 

Ø Sayur mentimun dan tomat iris

Bahan – Bahan

Cara Membuah

·         50 gr mentimun

·         50 gr tomat

1.      Cuci mentimun dan tomat

2.      Iris

3.      hidangkan

 

Ø Buah Pisang

Ø Teh manis

Bahan – Bahan

Cara Membuah

·         1 buah teh celup

·         1 ½ sdm gula pasir

·         Air panas 200 ml

1.      masukkan teh dan gula kedalam air

2.      Lalu siram dengan air panas

3.      Aduk, dan hidangkan.

 

  

d.      Pembahasan

Pada menu ini terdiri dari nasi goreng padang, telur dadar gulung, sayur mentimun tomat, buah pisang, serta teh manis dari set menu ini diperoleh nilai gizi sebesar 583,1 kalori energy, protein 12,9 gram, lemak 16,3 gram, karbohidrat 97,6 gram, vitamin C 19,2 gram, dan zat besi 1,7 gram.

Dalam menjaga imunitas zat gizi juga berperan dalam memelihara imunitas tubuh salah satunya yaitu asupan lemak. Dimana asupan lemak yang berlebihan, terutama asupan lemak jenuh,  dapat  meningkatkan  simpanan  lemak  di dalam  tubuh  sehingga  mengakibatkan peningkatan akumulasi  jaringan  adiposa.  Trigliserida  diketahui berhubungan  dengan  peningkatan  jumlah  sel  darah putih di peredaran    darah    karena    trigliserida memberikan  suplai energi bagi pembuatan sel darah putih. Asupan lemak yang berlebihan juga menjadi salah  satu  faktor  penyebab  obesitas,  dimana  pada subjek   obesitas   ditemukan   peningkatan   sitokin-sitokin  pro-inflamasi  seperti IL-6  dan  IL-8  yang merupakan    penginduksi    kuat    dalam   produksi leukosit,  dimana  produksi  sitokin-sitokin  tersebut juga   dipacu   oleh mediator   pro-inflamasi   yang dikeluarkan  oleh  jaringan  adiposa  yaitu angiotensin II.3 Sementara  itu,  tingginya  asupan  lemak  tidak jenuh, khususnya asupan asam lemak omega-6,  dapat  mempengaruhi  produksi TNF-a,  dimana  TNF-a diketahui merupakan  salah satu pemicu peningkatan produksi leukosit.4

 

 

2.    Menu Makan Siang

   









a. Daftar nama menu : 

Ø  Nasi Putih 200 gram

Ø  Ayam saos tomat

Ø  Tempe mendoan

Ø  Gulai kacang panjang

Ø  Buah Pear

 

Ø  Air putih

b.      Nilai Gizi

Energi (kal)

Protein (g)

Lemak (g)

Karbohidrat (g)

Vit. C (mg)

Fe (mg)

788

33,1

24,9

111,5

33,3

4,6

 

c.       Resep Menu

Ø Ayam saos tomat

Bahan – Bahan

Cara Membuah

·         80 gr ayam dengan tulang

·         30 gr wortel, potong memanjang

·         2 buah tomat, blender

·         4 siung bawang merah, haluskan

·         2 siung bawang putih, haluskan

·    1 buah bawang Bombay, potong kasar

·    1 batang daun bawang, potong kecil

·         ½ sdt cuka

·         Garam secukupnya

·         Lada secukupnya

·         Minyak goreng secukupnya

 

1.      Bersihkan ayam dan rebus.

2.      Setelah direbus goreng ayam sebentar jangan terlalu kering.

3.      Masak bawang merah, bawang putih, bawang Bombay, wortel dan tomat yang telah dihalukan hingga wortel lunak.

4.  Masukkan daun bawang, cuka, dan garam, lalu koreksi rasa.

5.  Tata ayam yang telah digoreng dan siram dengan saos tomat yang telah masak

6.      hidangkan

 

Ø Tempe mendoan

Bahan – Bahan

Cara Membuah

·         50 gram tempe, potong tipis

·         10 gram tepung terigu

·         10 gram tepung beras

·         1 batang daun bawang

·         2 buah bawang putih, haluskan

·         ½ sdm ketumbar, haluskan

·         Garam secukupnya

·         Lada secukupnya

·         Minyak goreng secukupnya

·         Air secukupnya

1. Campurkan tepung, bawang merah, bawang putih, ketumbar yang telah dihaluskan, garam dan lada dengan air, lalu aduk rata.

2.  Masukkan juga daun bawang yang telah di potong kecil-kecil, lalu aduk kembali.

3.   Celupkan tempe pada adonan tepung lalu goreng hingga kuning kecoklatan

4.    Angkat, tiriskan dan siap dihidangkan.

 

 

Ø Sayur gulai kacang panjang

Bahan – Bahan

Cara Membuah

·         75 gram kacang panjang

·         200 ml santan campur (kental dan encer digabung)

·         2 siung bawang merah, haluskan

·         1 siung bawang putih, haluskan

·         1 ruas jari kunyit, haluskan

·         1 ruas jari lengkuas, haluskan

·         1 ruas jari jahe, haluskan

·         5 buah cabe rawit, haluskan

·         ½ sdm cabe merah halus

·         1 batang sereh, digeprek

·         2 lembar daun salam

·         2 buah asam kandis

·         Garam secukupnya

1.      Campurkan bumbu yang dihaluskan, sereh yang telah digeprek, daun salam dan asam kandis dengan santan. Masak dengan diaduk terus hingga sedikit mendidih

2.      Masukkan kacang panjang dan masak terus hingga matang.

3.      Masukkan garam, dan koreksi rasa

4.      Angkat dan hidangkan.

 

Ø Buah Pear

Ø Air Putih

 

d.      Pembahasan

Pada menu ini terdiri dari nasi putih, ayam saos tomat, tempe mendoan, sayur gulai kacang panjang, buah pear, dan air putih dari set menu ini diperoleh nilai gizi energy 788 kalori, protein 33,1 gram, lemak 24,9 gram, karbohidrat 111,5 gram, vitamin C 33,3 gram, dan zat besi 4,6 gram.

Selain lemak , protein juga berperan dalam imunitas tubuh. Asupan   protein,   khususnya   asam   amino, dibutuhkan   oleh   sistem   imun,   termasuk   leukosit dalam mempertahankan fungsi normalnya. Selain itu, diketahui bahwa  protein  berfungsi  dalam pembentukan antibodi, sehingga jumlah protein yang dikonsumsi  akan  mempengaruhi  jumlah  antibodi  yang dapat terbentuk. Pada set menu ini terdapat penggabungan antara protein hewani dan protein nabati dimana dengan mengkonsumsi berbagai jenis asam amino yang terdapat pada protein hewani dan protein nabati ini dicampurkan dapat menghasilkan protein yang bermutu  tinggi  sehingga  kandungan  asam  amino esensial  yang  ada  dapat saling  melengkapi.3 Contohnya, asam amino metionin berperan dalam metabolisme leukosit karena metionin merupakan substrat yang mensintesis   kolin,   dimana   fosfatidil   kolin   dan asetilkolin dibutuhkan  dalam  metabolisme  leukosit. Berdasarkan penelitian Wanti, 2017 menyatakan bahwa secara deskriptif, asupan protein, lemak, dan jumlah leukosit lebih tinggi pada non-vegetarian yang menandakan bahwa pada non vegetarian dengan mengkonsumsi protein yang beragam berdampak pada jumlah leukosit yang lebih tinggi.5

 

3.    Menu Makan Malam

a.       Daftar nama menu : 

Ø  Nasi Putih 100 gram

Ø  Dendeng balado

Ø  Tahu goreng tepung

Ø  Gulai sawi hijau

Ø  Jeruk peras

 

 

b.      Nilai Gizi

Energi (kal)

Protein (g)

Lemak (g)

Karbohidrat (g)

Vit. C (mg)

Fe (mg)

652,8

24,9

27,2

79,2

61,9

5,4

 

c.       Resep Menu

Menu malam

Ø Dendeng Balado

Bahan – Bahan

Cara Membuah

·  50 gr daging sapi potongan dendeng

·         1 ruas jahe, haluskan

·         2 siung bawang putih, haluskan

·         1 bungkus asam jawa

·         ½ sdm ketumbar halus

·     10 buah cabe merah keriting, giling kasar

·    2 siung bawang merah, haluskan bersama cabe

·         Garam secukupnya

·         Minyak goreng secukupnya

1.      Ungkap daging dengan mecampurkan jahe halus, bawang putih halus, asam jawa, dan ketumbar halus hingga daging empuk.

2.      Daging yang telah diungkap di goreng sebentar tidak sampai kering

3. Masak cabe yang telah digiling bersama bawang dengan minyak bekas penggorengan dendeng tadi hingga matang dan tambahkan garam secukupnya.

4.  Campurkan dendeng yang telah di goreng dengan cabe yang telah matang, hidangkan.

 

Ø Tahu goreng tepung

Bahan – Bahan

Cara Membuah

·         50 gram tahu

·         10 gram tepung terigu

·         10 gram tepung beras

·         1 buah bawang putih, haluskan

·         2 buah bawang merah, haluskan

·         Garam secukupnya

·         Lada secukupnya

·         Minyak goreng secukupnya

·         Air secukupnya

1.  Campurkan tepung, bawang merah, bawang putih telah dihaluskan, garam dan lada dengan air, lalu aduk rata.

2.   Celupkan tahu pada adonan tepung lalu goreng hingga kuning kecoklatan

3.      Angkat, tiriskan dan siap dihidangkan.

 

 

Ø Gulai sawi hijau

Bahan – Bahan

Cara Membuah

·         75 gram sawi hijau

·         200 ml santan campur (kental dan encer digabung)

·         2 siung bawang merah, haluskan

·         1 siung bawang putih, haluskan

·         1 ruas jari kunyit, haluskan

·         1 ruas jari lengkuas, haluskan

·         1 ruas jari jahe, haluskan

·         5 buah cabe rawit, haluskan

·         ½ sdm cabe merah halus

·         1 batang sereh, digeprek

·         2 lembar daun salam

·         2 buah asam kandis

·         Garam secukupnya

1.   Campurkan bumbu yang dihaluskan, sereh yang telah digeprek, daun salam dan asam kandis dengan santan. Masak dengan diaduk terus hingga sedikit mendidih

2.     Masukkan sawi hijau yang telah dicuci dan masak terus hingga matang.

3.      Masukkan garam, dan koreksi rasa

4.      Angkat dan hidangkan.

 

Ø Jeruk peras

Bahan – Bahan

Cara Membuah

·         2 buah jeruk ukuran besar

·         1 sdm gula pasir

·         Air secukupnya

 

1.      Peras jeruk

2.      Cairkan gula pasir dengan air

3.      Campurkan perasan jeruk, gula pasir, dan air

4.      Aduk, dan hidangkan

 

      d.      Pembahasan

Pada menu ini terdiri dari nasi putih, dendeng balado, tahu goreng tepung, sayur gulai sawi hijau, dan minuman jeruk peras dari set menu ini diperoleh nilai gizi energy 652,8 kalori, protein 24,9 gram, lemak 27,2 gram, karbohidrat 79,2 gram, vitamin C 61,9 gram, dan zat besi 5,4 gram. Selain zat gizi makro seperti protein, lemak, karbohidrat berperan dalam imunitas tubuh zat gizi mikropun juga berperan seperti vitamin C, seng, zat besi.

Seng dan vitamin C keduanya berperan pelengkap dalam imunitas innate dan adaptif seperti fagositosis, proliferasi sel, dan produksi antibodi. Seng dan vitamin C menyediakan antioksidan komplementer.6 Seng dapat menstimulasi aktivitas 100 enzim dan mendorong sistem kekebalan tubuh. Kemampuan seng sebagai antioksidan dan menstabilkan membran merupakan fungsi seng dalam pencegahan kerusakan jaringan akibat radikal bebas selama proses inflamasi.7 selain itu vitamin C atau asam askorbat termasuk vitamin larut air dan merupakan antioksidan larut air utama di dalam tubuh. Kadar antioksidan yang rendah mempengaruhi sistem imun.8 Vitamin C dapat meningkatkan komponen imunitas seperti aktivitas antimikrobial dan sel Natural Killer (NK cell), proliferasi limfosit, dan kemotaksis serta berkontribusi dalam pemeliharaan integritas redoks sel dan melindungi terhadap ROS.9

Zat besi juga berperan dalam imunitas dan pembentukan sel-sel limfosit. Lalu, dua protein pengikat besi yaitu transferin dan laktoferin dapat mencegah terjadinya infeksi dengan cara memisahkan besi dari mikroorganisme, besi diperlukan oleh mikroorganisme untuk berkembang biak. Kekurangan besi akan berdampak pada reaksi imunitas berupa aktivitas neutrofil yang menurun, dan sebagai konsekuensinya kemampuan untuk membunuh bakteri intraseluler secara nyata menjadi terganggu. Sel NK sensitif terhadap ketidakseimbangan besi dan memerlukan jumlah besi yang cukup untuk berdiferensiasi dan berproliferasi, jika tubuh kekurangan besi kemampuan sel NK untuk membunuh bakteri menjadi rendah.Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa beberapa vitamin dan mineral mempunyai peran sebagai antioksidan yang sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia diantaranya adalah vitamin A, vitamin E, vitamin C, selenium, zat besi dan zinc. Zat gizi ini diperlukan dalam sistem pertahanan tubuh karena perannya sebagai zat gizi antioksidan.10

Referensi :

1.      Permenkes RI No 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.

2.      Saura-Calixto F. (2011). Dietary fiber as a  carrier  of  dietary  antioxidants:  an  essential physiological  function. Journal  of Agricultural and Food Chemistry, 59(1), 43-49.

3.      Shastri  N,  Paunikar  VM,  Baig  MNH.  (2012). Association of obesity with total leukocyte count in patients of metabolic syndrome. International Journal  of  Biological  and  Medical  Research, 3(1), 1399-1401.20.

4.      Slavin J.L. (2005). Dietary fiber and body weight. Journal Nutrition, 21(3), 411-8. doi:10.1016/j.nut.2004.08.018 

5.      Wanty., Widyastuti, Nurmasari., Probasari, Enny. (2017). Asupan Zat Gizi Makro, Status Gizi, Dan Status Imun Pada Vegetarian Dan Non-Vegetarian. Journal of Nutrition College Vol 6(3), 234-240.

6.      Maggini S, Wenzlaf S, Hornig D. (2010). Essential Role of Vitamin C and Zinc in Child Immunity and Health. The Journal of International Medical Research.38:386-414.

7.      Michalska M, Socha K, Soroczynska J, et al. (2016). Selenium, Zinc, Copper and Total Antioxidant Status in the Serum of Patients with Chronic Tonsillitis. Biological Trace Element Research.173:30–4.

8.     Mohamed AG, Sabry R, Ali H, Al-Rafaey A. (2012). Assessment of Malondialdehyde and Ascorbic Acid Serum Levels in Group of Egyptian Children with Chronic Tonsillitis Before and After Tonsillectomy. The Journal of American Science.8(12):1321–5.

9.      Abuhandan M, Bozkus F, Demir N, Eren E, Koca B, Guler OK et al. (2013). The Preoperative and Postoperative Oxidative Status of Children with Chronic Adenotonsillar Hypertrophy. Clinical Therapeutics.164(3):163–7.

10. Siswanto., Budisetyawati., Ernawati, Fitrah. (2013). Peran Beberapa Zat Gizi Mikro Dalam Sistem Imunitas. Jurnal Gizi Indonsia 36(1):57-64. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar